JENDELANUSANTARA.COM, Padang— Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus mempercepat upaya pencarian 85 warga yang masih hilang akibat banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah sejak pekan lalu. Hingga Sabtu (29/11) pukul 12.00 WIB, jumlah korban meninggal tercatat 88 orang.
“Data ini sangat dinamis dan dapat berubah sesuai kondisi di lapangan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi di Padang, Sabtu.
Pencarian dilakukan dengan dukungan Basarnas Padang, BPBD, PMI, Polri, TNI, relawan, serta warga setempat. Penyisiran difokuskan di sejumlah kabupaten dan kota menggunakan perahu karet dan peralatan pendukung lainnya. Dari 16 kabupaten/kota terdampak, 10 melaporkan nihil korban jiwa. Korban terbanyak ditemukan di Kabupaten Agam, yaitu 74 orang meninggal dan 78 masih hilang. Korban jiwa lainnya terdapat di Padang Panjang (7 orang), Kota Padang (5), Pasaman Barat (1), dan Kota Solok (1).
Arry menyampaikan bahwa laporan mengenai jumlah korban, kerusakan rumah, fasilitas umum, serta kebutuhan penanganan darurat diperbarui secara berkala melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar. BPBD memperkirakan total kerugian sementara mencapai Rp9,5 miliar, angka yang berpotensi bertambah karena sejumlah daerah belum dapat diakses akibat jalan putus dan tertimbun material longsor.
Di Jakarta, Panglima Komando Operasi Udara I Marsda TNI Muzafar menyatakan TNI telah mengirimkan 76.500 ton bantuan logistik dari Lanud Halim Perdanakusuma ke berbagai wilayah terdampak di Sumatera. Bantuan yang dikirim mencakup BTS darurat, bahan pokok, selimut, perahu karet, tenda, serta berbagai kebutuhan respon cepat bencana.
“Distribusi dilakukan melalui lima pesawat angkut dan 11 helikopter untuk menjangkau daerah terisolasi,” kata Muzafar. Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan kerja bersama berbagai instansi, termasuk Kemhan, Mabes TNI, PLN, PMI, perbankan, dan BNPB.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah telah bergerak cepat menyalurkan bantuan sejak hari-hari pertama bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Kami sudah bereaksi dari awal, baik melalui jalur darat maupun udara,” ujarnya. (ihd)













