Konjen RI New York Kerja Sama dengan DIY Dorong Ekonomi Kreatif dan Museum

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konjen RI di New York, Winanto Adi, menemui Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Kompleks Kepatihan, Senin, membahas kolaborasi pengembangan potensi daerah di pasar internasional, khususnya New York. (Dok Pemda)

Konjen RI di New York, Winanto Adi, menemui Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Kompleks Kepatihan, Senin, membahas kolaborasi pengembangan potensi daerah di pasar internasional, khususnya New York. (Dok Pemda)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Konsul Jenderal RI di New York, Winanto Adi, menemui Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X di Kompleks Kepatihan, Senin, untuk membahas peluang kolaborasi baru dalam pengembangan potensi daerah di pasar internasional, khususnya New York.

Winanto menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengidentifikasi potensi daerah yang dapat diperkenalkan lebih luas melalui jejaring budaya dan ekonomi kreatif di Amerika Serikat.

“Kami menawarkan kepada Pemda DIY mungkin ada potensi yang bisa ikut kami bawa untuk diperkenalkan lebih luas lagi di New York,” ujar Winanto.

Kunjungan tersebut juga dimaksudkan untuk memetakan program kerja Pemda DIY pada 2026 yang memungkinkan dijalankan bersama.

Saat ini Konjen RI New York tengah menggelar pameran besar bertajuk “Nusantara: Six Centuries of Indonesian Textiles” di Yale University Art Gallery, berlangsung 12 September 2025 hingga 11 Januari 2026.

Dalam konteks ini, Winanto menilai sejumlah potensi tekstil Indonesia dapat dikembangkan, termasuk inovasi serat nanas.

DIY dinilai memiliki rekam jejak kuat dalam kerja sama internasional, mulai dari kolaborasi dengan Asia Society hingga hubungan dengan Yale University.

“Selama ini kami sudah bekerja sama dengan DKI Jakarta dalam beberapa hal. Kali ini kami ingin melakukannya dengan Pemda DIY,” ucapnya.

Wakil Gubernur DIY Paku Alam X menyebut bahwa skala wilayah DIY yang tidak besar membuat ruang investasi relatif terbatas. PDRB DIY hingga kini masih ditopang oleh sektor pendidikan, budaya, dan ekonomi kreatif.

“Untuk dunia tekstil tentunya kami lebih kepada batik, apalagi sejak Yogyakarta dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia,” ujar Paku Alam.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, menambahkan bahwa DIY pernah bekerja sama dengan Konjen RI New York dalam sektor budaya, namun masih terbatas. Ia berharap kolaborasi ke depan dapat diarahkan pada penguatan ekosistem museum.

“DIY memiliki 41 museum yang masih menyimpan banyak potensi untuk dikembangkan. Karena itu kami menyambut baik jika dapat dihubungkan dengan museum-museum di New York,” kata Dian. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogyakarta Alokasikan Rp 32 Miliar Tutupi BPJS PBI yang Dinonaktifkan
Perkuat Tata Kelola Pariwisata dan Sosial, DIY Bahas Tiga Raperda Strategis
Hindari ‘Nuthuk’, Wisatawan ke Jogja Diimbau Parkir di Lokasi Resmi
1.413 PPPK di Pemda DIY Dilantik, Sultan Tekankan Kompetensi dan Adab Birokrasi
Pemda DIY Kembangkan Wisata Malam untuk Perpanjang Lama Tinggal Wisatawan

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 23:41 WIB

Pemkot Yogyakarta Alokasikan Rp 32 Miliar Tutupi BPJS PBI yang Dinonaktifkan

Senin, 29 Desember 2025 - 19:09 WIB

Perkuat Tata Kelola Pariwisata dan Sosial, DIY Bahas Tiga Raperda Strategis

Senin, 22 Desember 2025 - 16:37 WIB

Hindari ‘Nuthuk’, Wisatawan ke Jogja Diimbau Parkir di Lokasi Resmi

Rabu, 26 November 2025 - 19:57 WIB

1.413 PPPK di Pemda DIY Dilantik, Sultan Tekankan Kompetensi dan Adab Birokrasi

Selasa, 18 November 2025 - 09:53 WIB

Konjen RI New York Kerja Sama dengan DIY Dorong Ekonomi Kreatif dan Museum

Berita Terbaru