Donald Trump Akan Kirim Tomhawk ke Ukraina Jika Rusia Tolak Berunding

Rabu, 8 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat (18/8/2025). (Xinhua/Hu Yousong)

Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih di Washington, D.C., Amerika Serikat (18/8/2025). (Xinhua/Hu Yousong)

Menurut laporan itu, Trump ingin penggunaan rudal tersebut menjadi sinyal diplomatik bagi Moskow. Langkah ini diharapkan dapat mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin duduk di meja perundingan bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Jika Kremlin menolak, Amerika Serikat dikabarkan siap memperluas pasokan senjata ke Kiev.

Utusan khusus Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg, pada 5 Oktober mengatakan bahwa presiden “masih menimbang” kemungkinan mengizinkan Ukraina memiliki sistem rudal jarak jauh tersebut. Wakil Presiden JD Vance pun mengonfirmasi bahwa Washington sedang mempertimbangkan permintaan Kiev atas Tomahawk.

Sebelumnya, pada 2 Oktober, Putin memperingatkan bahwa pengiriman rudal tersebut akan memperburuk hubungan bilateral Rusia–AS. Ia menilai penggunaan Tomahawk oleh Ukraina tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan langsung militer Amerika Serikat di lapangan.

Langkah ini menjadi ujian awal bagi arah kebijakan luar negeri Trump yang berusaha menyeimbangkan tekanan terhadap Rusia dengan janji kampanyenya untuk mengakhiri konflik di Ukraina melalui jalur diplomasi. (ihd)

Berita Terkait

Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata
Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan
Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan
Trump Klaim Telah Ada Dialog dan Perubahan Rezim di Iran, Teheran Bantah Keras
Pasukan AS ke Pulau Kharg Berisiko, Eks Pejabat Kontraterorisme: Bisa ‘Tersandera’ Persenjataan Iran
Sekjen PBB: Hentikan Operasi Militer AS-Israel ke Iran sebelum Lepas Kendali dan Sengsarakan Dunia
Idul Fitri 1447 H Ditetapkan Sabtu 21 Maret 2026, Hilal Tak Terlihat di 177 Titik
Atalia Praratya Dukung Pembatasan AI Instan dan Media Sosial pada Anak

Berita Terkait

Rabu, 25 Maret 2026 - 20:45 WIB

Malaysia Dukung Pakistan Tuan Rumah Dialog AS–Iran: Untuk Perdamaian Nyata

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:51 WIB

Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:50 WIB

Israel Serang Jembatan Strategis di Sungai Litani, Eskalasi Memanas di Lebanon Selatan

Senin, 23 Maret 2026 - 23:53 WIB

Trump Klaim Telah Ada Dialog dan Perubahan Rezim di Iran, Teheran Bantah Keras

Senin, 23 Maret 2026 - 13:09 WIB

Pasukan AS ke Pulau Kharg Berisiko, Eks Pejabat Kontraterorisme: Bisa ‘Tersandera’ Persenjataan Iran

Berita Terbaru