Prabowo: Solusi Dua Negara Ujian Kredibilitas PBB

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya di KTT mengenai Palestina dan solusi dua negara di PBB. (Antara/Fathur Rochman)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya di KTT mengenai Palestina dan solusi dua negara di PBB. (Antara/Fathur Rochman)

JENDELANUSANTARA.COM, New York — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) mengenai Palestina dan Solusi Dua Negara bukan semata-mata berbicara tentang nasib rakyat Palestina, melainkan juga menyangkut kredibilitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di mata dunia.

Berbicara di hadapan para pemimpin dunia dalam rangkaian Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat, Prabowo menilai forum tersebut adalah momentum untuk mengemban tanggung jawab sejarah atas tragedi kemanusiaan yang menimpa warga sipil Palestina.

”Hari ini dengan bermartabat kami berkumpul untuk mengemban tanggung jawab historis. Tanggung jawab ini tidak hanya tentang nasib Palestina, tetapi juga tentang masa depan Israel serta kredibilitas PBB,” kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prancis dan Kerajaan Arab Saudi yang menggagas KTT tersebut. Kepala Negara juga menyampaikan duka mendalam atas ribuan korban jiwa, terutama perempuan dan anak-anak, akibat kekerasan di Palestina.

Prabowo mengutuk seluruh tindakan kekerasan terhadap warga sipil serta memperingatkan dunia atas bencana kelaparan yang kini melanda Gaza. ”Kelaparan mengancam, bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita,” ujarnya.

Indonesia, kata Prabowo, tetap konsisten mendukung solusi dua negara sebagai jalan menuju perdamaian permanen. Ia menegaskan, Indonesia akan mengakui Israel apabila negara itu terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

KTT Palestina dan Solusi Dua Negara dipimpin bersama oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud. Sekretaris Jenderal PBB António Guterres turut memberikan pernyataan, disusul 33 pemimpin delegasi dari negara maupun organisasi internasional, termasuk Uni Eropa dan Liga Arab.

Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, serta Wakil Tetap RI untuk PBB Umar Hadi.

Berita Terkait

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak
Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS
Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai
May Day 2026 di Monas Jadi Simbol Rekatnya Buruh dan Negara
Satgas PHK dan Janji Negara Hadir di Tengah Ketidakpastian Buruh
Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global
Dudung Abdurahman Pimpin KSP, Pangkas Birokrasi dan Buka Layanan Aduan 24 Jam
Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:09 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Berlanjut, AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melonjak

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:44 WIB

Eropa Jamin Keamanan Hormuz Asal Iran Segera Setujui Proposal Damai AS

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:37 WIB

Pentolan NATO Sebut AS telah Gagal, Dipermalukan Strategi Iran yang Piawai

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:27 WIB

May Day 2026 di Monas Jadi Simbol Rekatnya Buruh dan Negara

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:08 WIB

Satgas PHK dan Janji Negara Hadir di Tengah Ketidakpastian Buruh

Berita Terbaru