Tak Masuk Kabinet, PDIP Dukung Pemerintahan Prabowo dari Luar

Sabtu, 2 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama putra putrinya, Prananda Prabowo (kanan) dan Puan Maharani (kiri), dalam Kongres ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (2/8/2025). (PDIP)

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama putra putrinya, Prananda Prabowo (kanan) dan Puan Maharani (kiri), dalam Kongres ke-6 PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (2/8/2025). (PDIP)

JENDELANUSANTARA.COM, Badung — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan tidak akan bergabung dalam Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto. Kendati demikian, partai berlambang banteng moncong putih itu menegaskan tetap akan mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan, sikap partai itu adalah berada di luar pemerintahan tanpa menjadi oposisi. Menurut dia, PDIP akan berperan sebagai kekuatan penyeimbang yang mengawal arah pembangunan nasional agar tetap berada dalam koridor konstitusi.

“Peran kita adalah memastikan bahwa pembangunan nasional tetap pada rel konstitusi,” ujar Megawati dalam pidatonya pada penutupan Kongres VI PDIP di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Sabtu (2/8/2025).

Megawati juga menegaskan bahwa PDIP tidak segan bersikap kritis dan vokal jika terdapat kebijakan pemerintah yang dinilai menyimpang dari nilai-nilai Pancasila, keadilan sosial, dan hukum yang berlaku.

“Kita akan bersuara lantang jika ada kebijakan yang tidak sesuai dengan amanat penderitaan rakyat,” tegas Presiden kelima Republik Indonesia itu.

Ia menambahkan, posisi partai—baik di dalam maupun di luar pemerintahan—tidak menentukan keberpihakan politik PDIP. Sebaliknya, hal itu ditentukan oleh kesetiaan terhadap kebenaran dan moralitas politik yang diwariskan oleh pendiri bangsa, Soekarno.

“PDI Perjuangan akan terus menjadi pelopor perjuangan rakyat,” kata Megawati.

Dalam kongres tersebut, Megawati kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum PDIP untuk masa bakti 2025–2030. Selain pengukuhan, forum lima tahunan itu juga diisi dengan pembahasan arah kebijakan dan strategi partai ke depan melalui rapat komisi-komisi. (ihd

Berita Terkait

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi
Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza
Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global
Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi
Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo
Integrasi Data Guru Non-ASN Jadi Fokus Pemerintah 2026 untuk Pemerataan
HNW Nilai Dokumen Board of Peace Bertentangan dengan Konstitusi RI
Kemenag Ingatkan Batas Akhir Sertifikasi Halal Produk Farmasi 17 Oktober 2026

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:45 WIB

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:48 WIB

Prabowo Buka Opsi Indonesia Keluar dari Dewan Perdamaian Gaza

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:17 WIB

Kemenag Dorong PTKIN Buka Kelas Internasional dan Ekspansi Global

Sabtu, 31 Januari 2026 - 21:05 WIB

Menag Sebut NU sebagai Pesantren Besar dan Memiliki Kekuatan Moderasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:41 WIB

Alquran Isyarat Indonesia: Mushaf Pertama Dunia, Curi Perhatian di Book Fair Kairo

Berita Terbaru

Petugas pada Kejaksaan Agung menggiring tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022–2024 di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KM)

HUKUM

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Feb 2026 - 23:44 WIB