Satgas Pangan Bongkar Praktik Curang 212 Produsen Beras

Sabtu, 12 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Satgas Pangan Polri mulai menindaklanjuti laporan Kementerian Pertanian (Kementan) terkait dugaan adanya 212 produsen beras nakal. Pada Kamis (10/7/2025), empat produsen beras dipanggil dan diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan awal.

“Betul, dalam proses pemeriksaan,” ujar Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf, yang juga menjabat Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Sabtu (12/7/2025). Empat produsen beras yang telah diperiksa diketahui berinisial WG, FSTJ, BPR, dan SUL/JG. Namun, ia belum membeberkan substansi pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menyampaikan bahwa dari total 212 produsen yang diduga melakukan pelanggaran, sebanyak 10 di antaranya sudah menjalani pemeriksaan oleh Satgas Pangan bersama Bareskrim Polri.

Laporan itu berkaitan dengan dugaan manipulasi mutu dan label pada kemasan beras yang tidak sesuai dengan isi sebenarnya—baik dari sisi volume, kualitas, maupun kejelasan informasi. Laporan resmi telah disampaikan langsung kepada Kapolri dan Jaksa Agung.

“Ini saat yang tepat untuk membongkar praktik curang karena stok beras nasional dalam kondisi melimpah, mencapai 4,2 juta ton,” ujar Amran. Ia menambahkan bahwa kondisi stok yang stabil membuat intervensi penindakan tidak mengganggu pasokan di pasar.

Menurut Amran, pengawasan dan penindakan terhadap produsen yang nakal ini merupakan bentuk keberpihakan negara kepada konsumen serta bentuk perlindungan bagi petani dan pelaku usaha yang jujur.

“Kalau stok sedikit, kita pasti akan sulit bergerak karena risikonya bisa memukul balik pasar. Tapi sekarang produksi kita tinggi, ini kesempatan emas,” katanya.

Langkah hukum ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk menciptakan iklim tata niaga beras yang lebih sehat dan adil, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap perlindungan konsumen di sektor pangan. (ihd)

Berita Terkait

Minta Uang Tak Dipenuhi, Preman Keroyok Pemilik Hajatan hingga Tewas, Dua Ditangkap
JK Bantah Tudingan Danai Isu Ijazah Jokowi, Siap Tempuh Jalur Hukum
Kondisi Andrie Yunus Membaik, RSCM Lanjutkan Cangkok Kulit dan Pemulihan Mata
Kejagung Periksa Jaksa Kejari Karo, Polemik Kasus Videografer Amsal Sitepu
Keluarga Matikan CCTV Saat KPK Geledah Rumah Ono Surono
Bongkar Sindikat Judol Kamboja, Bareskrim Tangkap Pengendali dan Ungkap Perputaran Rp3 Miliar
KPK sebut Presiden dan Wapres Taat LHKPN’ 2025, Segini Jumlah Kekayaan Gibran
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar, Dalami Kasus Suap Bupati Bekasi

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 14:27 WIB

Minta Uang Tak Dipenuhi, Preman Keroyok Pemilik Hajatan hingga Tewas, Dua Ditangkap

Senin, 6 April 2026 - 20:43 WIB

JK Bantah Tudingan Danai Isu Ijazah Jokowi, Siap Tempuh Jalur Hukum

Minggu, 5 April 2026 - 18:13 WIB

Kondisi Andrie Yunus Membaik, RSCM Lanjutkan Cangkok Kulit dan Pemulihan Mata

Minggu, 5 April 2026 - 16:53 WIB

Kejagung Periksa Jaksa Kejari Karo, Polemik Kasus Videografer Amsal Sitepu

Kamis, 2 April 2026 - 18:55 WIB

Keluarga Matikan CCTV Saat KPK Geledah Rumah Ono Surono

Berita Terbaru

jawa tengah

Pastikan Tepat Waktu, Dandim Wonosobo Tinjau Pembangunan KDKMP

Selasa, 7 Apr 2026 - 15:25 WIB