JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Perjalanan karier Marco Verratti di sepak bola Qatar memasuki babak baru. Setelah satu musim membela Al-Arabi, mantan gelandang Paris Saint-Germain (PSG) itu resmi bergabung dengan Al-Duhail pada awal pekan ini. Keputusan tersebut menambah daftar panjang perpindahan pesepak bola Eropa ke kawasan Teluk.
Verratti, yang kini berusia 32 tahun, sempat menjadi bagian penting dari PSG selama lebih dari satu dekade. Ia mengangkat 32 trofi bersama klub ibu kota Prancis, termasuk sembilan gelar Liga Prancis dan enam Piala Prancis. Total, ia tampil dalam 416 laga resmi sejak didatangkan dari Pescara pada 2012, bersamaan dengan awal era Qatar Sports Investment (QSI) di PSG.
Peralihan Verratti ke Al-Arabi pada 2023 menjadi bagian dari gelombang hengkangnya pemain bintang PSG, setelah Lionel Messi, Neymar, dan Sergio Ramos lebih dulu meninggalkan klub. Verratti ditebus dengan nilai transfer sekitar 39 juta pound (sekitar Rp 863 miliar), meski kontraknya dengan PSG saat itu masih berlaku hingga 2026.
Bersama Al-Arabi, Verratti tampil dalam 40 pertandingan di semua ajang dengan torehan empat gol dan 12 assist. Sayangnya, musim 2024–2025 tak berjalan mulus bagi timnya. Al-Arabi mengakhiri liga domestik di peringkat kesembilan dari 12 peserta, serta menjadi juru kunci Grup B di Liga Champions Klub Teluk.
Berpindah ke Al-Duhail menjadi langkah baru Verratti untuk kembali bersaing di papan atas Qatar Stars League. Al-Duhail finis di peringkat kedua musim lalu, hanya terpaut dua poin dari juara liga Al-Sadd. Di bawah arahan pelatih Christophe Galtier—yang sebelumnya juga pernah menangani Verratti di PSG—Al-Duhail menunjukkan ambisi besar di pasar transfer.
Musim panas lalu, klub ini mendatangkan gelandang Spanyol Luis Alberto dari Lazio dan Benjamin Bourigeaud dari Rennes. Masuknya Verratti memperkuat lini tengah mereka, sekaligus mempertegas tren klub-klub Qatar yang kian agresif mendatangkan nama-nama dari Eropa.
Dengan pengalaman dan kemampuan yang masih terjaga, Verratti diharapkan mampu membawa stabilitas dan kepemimpinan bagi Al-Duhail, sekaligus menjadi simbol keberlanjutan investasi Qatar dalam dunia sepak bola internasional. (ihd)














