Houthi Ancam Serang Kapal AS Jika Bantu Israel Serang Iran

Minggu, 22 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Sanaa — Kelompok Houthi di Yaman mengancam akan menyerang kapal-kapal barang dan kapal perang milik Amerika Serikat di Laut Merah apabila Washington terbukti terlibat dalam agresi militer terhadap Iran bersama Israel. Ancaman ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan Iran yang telah menelan ribuan korban jiwa dan luka-luka.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan yang disiarkan televisi, Sabtu (21/6/2025), menegaskan bahwa angkatan bersenjata kelompoknya siap mengambil langkah balasan jika AS membantu Israel dalam menyerang Iran.

“Jika AS terlibat dalam menyerang atau melancarkan agresi terhadap Iran bersama musuh Israel, maka angkatan bersenjata kami akan menargetkan kapal barang dan kapal perang mereka di Laut Merah,” ujar Saree.

Ia menambahkan, pasukan Houthi akan terus memantau seluruh pergerakan militer di kawasan dan akan melakukan tindakan “yang sah” untuk melindungi kedaulatan wilayah Yaman.

Hingga Sabtu malam waktu setempat, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat atas pernyataan tersebut. Padahal, pada Mei lalu, Washington dan kelompok Houthi telah menyepakati gencatan senjata yang secara formal masih berlaku.

Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memuncak sejak Jumat (13/6), menyusul serangan udara Israel terhadap sejumlah target militer dan nuklir di wilayah Iran, termasuk kompleks Fordow. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 430 orang dan melukai lebih dari 3.500 lainnya, menurut laporan resmi pemerintah Iran.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan balistik ke wilayah Israel yang menewaskan sedikitnya 25 orang dan menyebabkan ratusan lainnya luka-luka. Harian Maariv di Israel pada Rabu (18/6) juga melaporkan bahwa para pejabat Israel tengah mempertimbangkan kemungkinan menyerang fasilitas nuklir Iran tanpa menunggu restu dari Washington.

Situasi ini membuat kawasan Timur Tengah, khususnya jalur pelayaran strategis di Laut Merah, kembali berada dalam bayang-bayang konflik bersenjata terbuka. Peningkatan retorika militer Houthi terhadap AS dipandang sejumlah analis sebagai bentuk tekanan baru dalam geopolitik regional yang kian kompleks. (ihd/anadolu)

Berita Terkait

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi
Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG
Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden
Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:07 WIB

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Selasa, 22 September 2026 - 20:09 WIB

Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13

Selasa, 15 September 2026 - 20:44 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 

Rabu, 2 September 2026 - 15:52 WIB

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG

Berita Terbaru