WNA Australia Pelaku Penembakan di Bali Dibekuk saat Mau Kabur ke Kamboja

Rabu, 18 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil menggagalkan pelarian seorang warga negara asing (WNA) asal Australia berinisial DFJ, yang diduga terlibat dalam kasus penembakan dua WNA Australia lainnya di Kabupaten Badung, Bali. DFJ diamankan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin (16/6/2025) pagi saat hendak terbang ke Kamboja melalui Singapura.

“Penangkapan DFJ menunjukkan efektivitas koordinasi imigrasi dan Interpol, serta peran krusial teknologi dalam menjaga keamanan negara,” ujar Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (18/6/2025).

Penangkapan DFJ dilakukan setelah Interpol Indonesia mengajukan permohonan pencekalan darurat. Sistem autogate di Bandara Soekarno-Hatta mendeteksi keberadaan DFJ sebagai subjek dalam daftar cekal imigrasi. Lampu indikator berwarna merah di autogate menjadi penanda awal yang mencegah DFJ melintas ke luar negeri.

“Autogate kami terbukti menjadi solusi andal dalam mendeteksi pelintas yang masuk dalam daftar pengawasan,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman.

Petugas imigrasi segera mengamankan DFJ dan menghubungi Direktorat Jenderal Imigrasi untuk penanganan lanjutan. Tim gabungan dari Subdirektorat Pengawasan Keimigrasian dan Interpol Indonesia kemudian membawa DFJ ke Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan, DFJ diduga kuat terlibat dalam penembakan yang terjadi di Vila Casa Santisya 1, Desa Munggu, Badung, Bali, pada Sabtu (14/6) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu korban tewas bernama Zivan Radmanovic dan satu korban luka bernama Sanar Ghanim.

DFJ kini telah diserahkan kepada Kepolisian Resor Badung untuk proses hukum lebih lanjut. “Sesuai tugas kami, tersangka kami serahkan ke kepolisian guna pemeriksaan lanjutan,” ujar Yuldi.

Polda Bali pada hari yang sama juga menetapkan tiga tersangka lain yang seluruhnya berkewarganegaraan Australia, yakni Tupou Pasa Midolmore (37), Coskunmevlut (23), dan Darcy Francesco Jenson (37). Ketiganya dijerat berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang dikumpulkan penyidik.

Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan WNA dalam tindak kriminal di wilayah Indonesia, khususnya di Bali. Pemerintah menegaskan akan memperketat pengawasan lalu lintas internasional, khususnya terhadap pelaku kejahatan lintas negara. (ihd)

Berita Terkait

Jelang Putusan Perkara Chromebook, PN Jakarta Pusat Perketat Pengamanan Sidang
Tiga Desa di Percut Sei Tuan Dikepung Busa Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam
Bocah Empat Tahun Tewas Setelah Empat Jam Terjebak di Lubang Proyek Manggarai
Konfrontasi Kasus Kopi DP, Pelapor Soroti Upaya Pengalihan Sengketa ke Ranah Perdata
KPK Mencium Aliran Fee Proyek Kereta Api hingga ke Luar DJKA Kemenhub
KPK Temukan Dugaan Intervensi Audit BPK untuk Ubah Opini Muara Enim
DPR Sebut Serangan terhadap Polisi yang Bertugas di Jambi Ancam Supremasi Hukum
Didakwa Terima Suap Rp4,85 Miliar, Ketua Ombudsman Mengaku Stroke Mata

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:53 WIB

Jelang Putusan Perkara Chromebook, PN Jakarta Pusat Perketat Pengamanan Sidang

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:37 WIB

Tiga Desa di Percut Sei Tuan Dikepung Busa Kimia, Sawah dan Mangrove Terancam

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:59 WIB

Bocah Empat Tahun Tewas Setelah Empat Jam Terjebak di Lubang Proyek Manggarai

Sabtu, 27 Juni 2026 - 10:05 WIB

Konfrontasi Kasus Kopi DP, Pelapor Soroti Upaya Pengalihan Sengketa ke Ranah Perdata

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:42 WIB

KPK Mencium Aliran Fee Proyek Kereta Api hingga ke Luar DJKA Kemenhub

Berita Terbaru

mengabadikan momen saat politikus Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menyampaikan intervensi dan catatan penting di sela-sela rapat kerja anggota dewan. Beliau menyampaikan bahwa evaluasi terhadap program Latsarmil merupakan hal yang wajar demi peningkatan mutu dan kualitas pelaksanaan ke depan.

SUMATERA UTARA

Gerindra: Hasil Evaluasi Latsarmil Akan Perkuat Pelaksanaan KDMP-KNMP

Selasa, 30 Jun 2026 - 11:34 WIB