Prabowo Tak Akan Tenang Sebelum Indonesia Swasembada Pangan

Kamis, 5 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bengkayang — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perjuangan politiknya belum akan tuntas sebelum Indonesia benar-benar mencapai swasembada pangan. Menurut Presiden, kemampuan suatu bangsa memproduksi makanan sendiri adalah kunci utama untuk menjamin kemerdekaan sejati.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam sambutan panen raya jagung serentak kuartal II yang dipusatkan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis (5/6/2025). Acara tersebut juga ditayangkan secara daring melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

“Tidak ada bangsa yang merdeka sesungguhnya kalau bangsa itu tidak bisa produksi makannya sendiri. Karena itu, perjuangan saya selama saya di politik, pengabdian saya selalu fokus. Saya tidak akan tenang sebelum Indonesia swasembada pangan,” ujar Presiden.

Dalam acara itu, Presiden menyampaikan apresiasi kepada Polri yang menggagas Gerakan Tanam Jagung (Gertam) seluas satu juta hektar di berbagai wilayah. Ia menilai langkah tersebut strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjamin ketersediaan bahan pokok secara merata.

Presiden juga menekankan pentingnya pencapaian swasembada pangan di setiap provinsi, dengan pendekatan yang disesuaikan karakter geografis dan kekayaan alam masing-masing wilayah.

“Setiap pulau harus bisa berdiri sendiri. Ini kunci kemerdekaan kita, karena kita negara yang tidak lazim. Kita negara kepulauan, dan itu memerlukan strategi yang berbeda,” ucap Prabowo.

Setelah sambutan, Presiden melakukan konferensi video dengan kepala daerah dan Kapolda di sejumlah wilayah yang juga menggelar panen raya secara serentak. Ia kemudian memimpin panen raya jagung di Bengkayang sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian nasional.

Kegiatan ini turut menandai dimulainya pembangunan serentak 18 gudang logistik milik Polri di 12 Polda, serta peresmian fasilitas pengering (dryer) jagung. Fasilitas ini diharapkan mampu menjaga kualitas hasil panen sekaligus memperkuat sistem distribusi pangan nasional.

Di akhir rangkaian kegiatan, Presiden secara simbolis melepas ekspor perdana jagung ke Kuching, Malaysia. Ekspor ini menjadi penanda meningkatnya daya saing produk pertanian Indonesia, khususnya di kawasan Asia Tenggara. (ihd)

Berita Terkait

Aksi Sosial Iduladha, Mendagri Salurkan Hewan Kurban untuk Umat
Hadiri Agenda di UNPAM, Menko AHY Soroti Peran Strategis Pendidikan
Di Sulbar, Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Peran GTRA bagi Kepastian Agraria
Kementrans Libatkan Sektor Ekraf dalam Penguatan UMKM Kawasan Transmigrasi
Huntap hingga Jembatan Jadi Fokus Utama Renduk Rehab Rekon Pascabencana
Pemerintah Targetkan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatera Rampung Tahun 2027
Kemenag Kecam Keras Pembubaran Ibadah di GMS Bantul oleh Laskar FJI
Sekjen Kemendagri: Percepatan Distribusi Minyak Goreng Kunci Utama Stabilitas Harga di Daerah Terpencil

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:48 WIB

Aksi Sosial Iduladha, Mendagri Salurkan Hewan Kurban untuk Umat

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:49 WIB

Hadiri Agenda di UNPAM, Menko AHY Soroti Peran Strategis Pendidikan

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:41 WIB

Di Sulbar, Wamen Ossy Tekankan Pentingnya Peran GTRA bagi Kepastian Agraria

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:33 WIB

Kementrans Libatkan Sektor Ekraf dalam Penguatan UMKM Kawasan Transmigrasi

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:04 WIB

Huntap hingga Jembatan Jadi Fokus Utama Renduk Rehab Rekon Pascabencana

Berita Terbaru