Warga Panjang: Kami Tidak Pernah Ikut Demo, Kami Percaya pada Pemerintah

Senin, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Panjang Tolak Provokasi Atas Nama Korban Banjir

Warga Panjang Tolak Provokasi Atas Nama Korban Banjir

JENDELANUSANTARA.COM, Bandar Lampung – Aliansi Masyarakat Panjang Bersatu menolak provokasi oleh segelintir oknum yang mengatasnamakan warga Panjang terkait penanganan musibah banjir di Kampung Bahari serta Kampung Baru Panjang Utara dan Panjang Selatan. Senin (28/04/2025)

Tokoh masyarakat Panjang, H. Musabaqoh, serta tokoh pemuda sekaligus praktisi hukum, Ryan, menyesalkan ulah oknum yang mengaku-ngaku mewakili warga Panjang.

“Dengan bahasa yang sangat arogan dan tanpa etika serta bermoral, kami sangat menyesalkan, apalagi dia mengaku seorang mahasiswa yang seharusnya lebih mengedepankan sopan santun,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat Panjang tidak menerima tindakan tidak terpuji dari oknum orang luar yang berdemo di depan pagar Pemkot Bandar Lampung. Mereka seolah-olah menyatakan bahwa warga Panjang dizalimi akibat keterlambatan kehadiran Walikota Bandar Lampung saat musibah banjir melanda wilayah tersebut.

“Justru warga Panjang mengucapkan terima kasih atas respon cepat pemerintah Kota Bandar Lampung dalam penanggulangan serta pemulihan pasca banjir bandang Senin, 21 April 2025 lalu,” tuturnya.

Warga Panjang juga percaya dan mendukung penuh langkah konkret yang dilakukan pemerintah dalam mengantisipasi bencana banjir ke depan.

Anwar, warga Panjang Utara, mengatakan bahwa tidak benar Walikota tidak turun ke lokasi musibah banjir.
“Karena kami sendiri yang merasakan. Bunda Eva malam-malam, hujan-hujan, sudah turun. Saya lihat camat, TNI-Polri, BPBD, Damkar, dan Pol PP ikut semua turun membantu bahu-membahu mengevakuasi warga,” ucapnya.

“Kami warga Panjang merasa tersinggung dan sakit hati atas tindakan oknum yang merasa paling benar berbicara tentang lalainya penanganan banjir,” tambahnya.

Dengan mengeluarkan kata-kata tidak pantas kepada Walikota, warga Panjang merasa bahwa tindakan tersebut adalah bentuk penghinaan kepada pemimpin yang mereka pilih dan hormati.
“Biar bagaimanapun itu Walikota pilihan kami, orang tua kami. Kami mengultimatum oknum-oknum yang membawa-bawa nama warga Panjang: bila terjadi lagi, akan berhadapan langsung dengan masyarakat Panjang. Yang jelas, kami tidak terima bila mengeluarkan pendapat dengan mengatasnamakan warga Panjang,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa warga Panjang sendiri tidak pernah ada yang ikut demo, dan mengecam keras ulah oknum yang menggelar aksi di depan Gedung Pemerintah Kota Bandar Lampung. (Sya)

Berita Terkait

Pengukuhan Pengurus PAW Korpri Way Kanan Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan ASN
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Baru Lampung Dikebut, Pemerintah Pastikan Kesiapan Infrastruktur
Lampung Bidik Dua Sukses di Porwanas 2027: Tuan Rumah dan Juara Umum
Sekdaprov Lampung Tekankan Layanan Publik Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Wagub Jihan: Kehadiran UMJ Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing di Lampung
Lampung Perkuat Sinergi Program Keluarga untuk Dukung Indonesia Emas 2045
Pemprov Lampung Fokus Tingkatkan Transparansi Belanja Melalui Digitalisasi Pengadaan
Kolaborasi Lintas Sektor, Lampung Optimalkan Data Pendidikan untuk Pembangunan SDM

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 13:22 WIB

Pengukuhan Pengurus PAW Korpri Way Kanan Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan ASN

Kamis, 30 April 2026 - 08:35 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Baru Lampung Dikebut, Pemerintah Pastikan Kesiapan Infrastruktur

Rabu, 29 April 2026 - 15:14 WIB

Lampung Bidik Dua Sukses di Porwanas 2027: Tuan Rumah dan Juara Umum

Rabu, 29 April 2026 - 11:50 WIB

Sekdaprov Lampung Tekankan Layanan Publik Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Rabu, 29 April 2026 - 08:41 WIB

Wagub Jihan: Kehadiran UMJ Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing di Lampung

Berita Terbaru