Mahasiswa UPI Serang dan DKP Banten Bersinergi Bersihkan Pagar Laut Kontroversial di Kohod

Minggu, 27 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Kabupaten Tangerang – Di balik debur ombak Desa Kohod, puluhan mahasiswa berseragam lapangan sibuk membongkar sisa pagar laut yang berdiri kaku di antara pasir dan karang. Di bawah terik matahari, semangat mereka tak surut. Sabtu (26/4/2025), mereka turun langsung ke garis depan menjaga laut.

Sebanyak 55 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kelautan dan Perikanan (PKP) UPI Serang bergabung bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten untuk membersihkan pagar laut yang sempat menjadi kontroversi di kalangan nelayan. Kegiatan ini berlangsung dua hari, hingga Minggu (27/4/2025).

“Kita ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari buku, tapi juga dari kenyataan di lapangan. Di sinilah laut yang sebenarnya,” kata Ketua Program Studi Pendidikan Kelautan dan Perikanan (PKP), Ferry Dwi Cahyadi, S.Pd, M.Sc., melalui wawancara dengan wartawan.

Pagar laut yang sempat berdiri bertahun-tahun di perairan Kohod dianggap membatasi akses nelayan dan berpotensi merusak ekosistem laut. Setelah dilakukan pembongkaran awal oleh DKP Banten, kini giliran mahasiswa yang diberi ruang untuk berkontribusi.

Bagi Ferry, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini adalah momen penting. “Kami ingin mereka memahami bahwa menjaga laut bukan sekadar teori, tapi aksi nyata. Ini pengalaman yang akan membentuk kepedulian mereka seumur hidup,” ujarnya.

Tak hanya aksi bersih – bersih, UPI Serang juga menyiapkan langkah lanjutan membantu penanaman mangrove jika dibutuhkan. Sebelumnya, kampus UPI Serang juga aktif menanam mangrove di Desa Lontar, Kabupaten Serang.

Lebih jauh, kampus juga tengah merancang riset bersama DKP Banten untuk mengkaji dampak pagar laut terhadap arus laut, biota dan sosial ekonomi nelayan.

“Apakah pagar laut benar bisa mencegah abrasi, atau justru mengganggu ekosistem? Itu yang ingin kami teliti,” kata Ferry.

Laut Kohod hari ini adalah cermin dari harapan bahwa persoalan lingkungan tak hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah, tapi juga melalui kolaborasi dan semangat generasi muda. “Kami percaya, mahasiswa tidak hanya datang membawa tenaga, tapi juga masa depan,” tutup Ferry.

(Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Tinawati Andra Soni: Lomba Sekolah Sehat Harus Berdampak pada Kebiasaan Siswa
IKA UNPAD Banten Jalin Silaturahmi dengan Kajati, Siap Berkontribusi untuk Banten
Polda Banten Panen Raya Jagung di Cimarga, 10 Hektare Hasilkan Sekitar 20 Ton
Andra Soni Lepas Peserta Muktamar NU, Harap Semangat Ulama Banten Terus Menguatkan Kebangsaan
Tinawati Andra Soni Dorong Sekolah Jadi Ruang Sehat, Aman, dan Nyaman
RSUD Banten Serap Aspirasi Masyarakat untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan
Banten Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pelayanan Pertanahan Cepat dan Transparan
Dimyati Natakusumah Ajak Pegiat Catur Perkuat Persaudaraan dan Sportivitas

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Tinawati Andra Soni: Lomba Sekolah Sehat Harus Berdampak pada Kebiasaan Siswa

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:34 WIB

IKA UNPAD Banten Jalin Silaturahmi dengan Kajati, Siap Berkontribusi untuk Banten

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Polda Banten Panen Raya Jagung di Cimarga, 10 Hektare Hasilkan Sekitar 20 Ton

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Andra Soni Lepas Peserta Muktamar NU, Harap Semangat Ulama Banten Terus Menguatkan Kebangsaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Tinawati Andra Soni Dorong Sekolah Jadi Ruang Sehat, Aman, dan Nyaman

Berita Terbaru