‘Tak Takut Istri’ Berujung Klarifikasi: Kades Sidomukti Tuai Sorotan

Sabtu, 12 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Kepala Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sunardi Hadi, menjadi sorotan warganet setelah video dirinya bersama tiga perangkat desa menyatakan tidak takut pada istri viral di media sosial. Unggahan yang awalnya dimaksudkan sebagai konten ringan itu justru memantik reaksi, termasuk dari istri Sunardi sendiri.

Dalam video berdurasi singkat yang diunggah ke akun TikTok miliknya, Sunardi dan ketiga rekannya menyebut, “Kami berempat tidak pernah takut sama istri.” Video tersebut langsung ramai dibicarakan, bahkan hingga ke luar negeri. Pejabat Kedutaan Besar RI di Kamboja, yang mengenal Sunardi, turut menanyakan keaslian video itu.

Tak lama berselang, Sunardi mengunggah video kedua berisi permintaan maaf. “Dengan ini kami klarifikasi bahwa kami menyatakan takut sama istri,” ujar Sunardi, Sabtu (12/4/2025), disusul permohonan agar video pertama tidak disebarkan lagi. Ia mengakui bahwa video itu dibuat secara spontan dan melenceng dari rencana awal.

“Awalnya kami mau buat video dengan ucapan kami siap melayani warga. Tapi kalimatnya saya ganti spontan, perangkat lain sampai tertawa,” ujarnya. Namun, keesokan harinya, ia mendapat pesan dari istrinya melalui WhatsApp yang menyentil balik: “Sampaikan ke mas, saya juga tidak takut sama suami.”

Sunardi pun memutuskan membuat klarifikasi demi menjaga keharmonisan rumah tangga dan citra kelembagaan desa. Ia mengakui bahwa sebelumnya tengah ada persoalan rumah tangga yang belum diketahui para perangkat lainnya.

Selama ini, Sunardi dikenal aktif memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi desa, mulai dari pengumuman resmi hingga promosi potensi lokal. Ia menilai media sosial sebagai sarana komunikasi publik yang cepat dan efektif. “Tapi ke depan, saya akan lebih berhati-hati. Fokus kami adalah konten yang membangun, memperkenalkan potensi Desa Sidomukti,” katanya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konten di media sosial, sekecil apa pun, bisa berdampak besar, terutama bagi pejabat publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (ihd)

Berita Terkait

97 SPPG di DIY Stop Operasional, Anggaran dari Pusat Tak Kunjung Cair
Yogyakarta Jadi Kawasan Hunian Vertikal, Lahan Tengah Kota Jadi Incaran
Entah Takut atau Malu, Sapi Kurban Satu Ini Kabur ke Atas Pelaminan
Pocong Gentayangan di Medsos Resahkan Warga, Tiga Remaja Diamankan Polisi
Nama Prabowo Disenggol, Gerindra dan Gekira Klarifikasi Persoalan Chappel ke USU
Pertemuan Dua Ketua Ikatan di Hari Pendidikan Nasional
Melawan ‘Senyapnya Narasi’: Jiwa Kirana dan Kebangkitan Tradisi Magelang di Panggung Digital Dunia
Warga Podomoro Deli Medan Demo, Tuntut Masalah Sertifikat hingga Kenaikan IPL

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:13 WIB

97 SPPG di DIY Stop Operasional, Anggaran dari Pusat Tak Kunjung Cair

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:14 WIB

Yogyakarta Jadi Kawasan Hunian Vertikal, Lahan Tengah Kota Jadi Incaran

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:21 WIB

Entah Takut atau Malu, Sapi Kurban Satu Ini Kabur ke Atas Pelaminan

Kamis, 28 Mei 2026 - 19:33 WIB

Pocong Gentayangan di Medsos Resahkan Warga, Tiga Remaja Diamankan Polisi

Selasa, 26 Mei 2026 - 05:28 WIB

Nama Prabowo Disenggol, Gerindra dan Gekira Klarifikasi Persoalan Chappel ke USU

Berita Terbaru