Tarawih Keliling Jadi Momen Penyerahan Ijazah Tertahan Sejak 2015

Senin, 10 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, BEKASI – Tarawih Keliling yang bertempat di Masjid Al-Aqsho Kelurahan Jatibening Kecamatan Pondok Gede menjadi satu momentum Pemerintah Kota Bekasi dalam menjamin pesan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang menyatakan bahwa tidak ada siswa atau siswi yang menahan ijazah di sekolahnya karena tidak bisa membayar.

Dewi Permata Sari dengan kelahiran Jakarta 13 April 1997 ini pada malam ini diserahkan ijazah SMK oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto saat pelaksanaan tarawih keliling, didampingi orang tua siswi bernama Kamsari ia menerima langsung ijazah yang tertahan selama 10 tahun di Sekolah Abdi Karya Kota Bekasi.

Wali Kota Tegaskan bahwa sesuai dengan perintah Gubernur Jawa Barat bahwa tidak ada sekolah di Provinsi Jawa Barat yang menahan ijazah dari siswa atau siswi karena alasan belum membayar biaya sekolah.

Hal ini tercatat dalam ijazah tersebut bahwa Dewi Permata Sari lulusan pada tanggal 15 Mei 2015, yang berarti sudah 10 tahun tertahan di sekolah yang pada malam ini di tanggal 10 Maret 2025 tah diserahkan.

“Pemerintah Kota Bekasi menjamin setiap siswa dan siswi untuk mendapatkan ijazahnya, tidak ada yang menahan dengan alasan apapun, karena ijazah itu hasil dan output untuk melamar kerja si siswa, jika ditahan bagaimana ia mau melamar kerja.” Tegas Tri.

Menurut data, Dewi Permata sari sudah menikah dan memiliki satu orang putra dan kini menjadi ibu rumah tangga, Suami bernama Muhammad Khoirul menerima sebagai perwakilan menerima ijazah dan berterima kasih kepada Wali Kota Bekasi atas jaminan tersebut dan akan sangat bermanfaat kedepannya.

Dalam tarawih keliling ini, Tri juga sangat berterima kasih kepada DKM Al-Aqsha karena memiliki program pengajaran dini kepada anak anak untuk belajar itikaf, karena pada era kini anak anak banyak yang terpengaruh untuk berpotensi kenakalan remaja seperti tawuran yang sangat tidak ada manfaatnya.

“peran kuat sinergitas antara 3 pilar di wilayah sangat diperlukan untuk monitoring anak anak yang masih berkumpul di atas pukul 22.00, harus segera dibina karena berpotensi mengundang tauran.” tegas Tri. (Nad)

Sumber : Humas

Berita Terkait

Apel Gebrak, Zulhas Dorong Pengurangan Sampah di Bantargebang melalui Langkah Berani Pemkot Bekasi
Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan.
PSEL Bantargebang Dibangun, Kota Bekasi Targetkan Olah 1.500 Ton Sampah per Hari
Penataan Wilayah Diperkuat, Pemkot Bekasi Tertibkan Bangunan Liar di Pondok Melati
HUT RI ke-81 Jadi Momentum Kebersamaan, Wawali Harris Bobihoe Hibur Emak-Emak Bojong Menteng
Hadiri Perayaan Paroki Kranggan, Tri Adhianto Ajak Umat Peduli Korban Bencana di Indonesia
Wawali Harris Bobihoe Dorong Perbaikan Sarana Pendidikan di SDN 05 Bojong Menteng
Tertibkan PKL Plaza Patriot Chandrabhaga, Wali Kota Bekasi Dorong Ruang Publik Lebih Nyaman

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Apel Gebrak, Zulhas Dorong Pengurangan Sampah di Bantargebang melalui Langkah Berani Pemkot Bekasi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Ground Breaking PSEL, Wali Kota Bekasi: Bantargebang Akan Jadi Kawasan Inovasi Lingkungan.

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:51 WIB

PSEL Bantargebang Dibangun, Kota Bekasi Targetkan Olah 1.500 Ton Sampah per Hari

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Penataan Wilayah Diperkuat, Pemkot Bekasi Tertibkan Bangunan Liar di Pondok Melati

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:15 WIB

HUT RI ke-81 Jadi Momentum Kebersamaan, Wawali Harris Bobihoe Hibur Emak-Emak Bojong Menteng

Berita Terbaru