Inflasi Papua Pegunungan Capai 7,99%, Wamendagri Ribka Haluk Akan Cari Penyebabnya

Selasa, 4 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di Provinsi Papua Pegunungan pada Februari 2025 secara Year on Year (YoY) tercatat sebesar 7,99 persen. Angka ini menjadikannya sebagai provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi se-Indonesia dalam kurun waktu setahun.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan dirinya akan turun langsung untuk meninjau kondisi di lapangan guna mencari faktor penyebab tingginya inflasi di Provinsi Papua Pegunungan.

“Untuk mengatasi hal ini, saya sendiri akan untuk turun langsung meninjau apa yang sedang terjadi di Papua Pegunungan yang membuat inflasi di sana menjadi tinggi,” ungkapnya usai Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Ribka menyoroti peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya dalam mengendalikan inflasi di wilayah tersebut, terutama mengingat masyarakat akan segera merayakan hari raya Idulfitri.

“Inflasi yang tinggi ini sangat disayangkan, apalagi masyarakat kita umat muslim akan merayakan hari raya. Apakah pemerintah daerah, khususnya Pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya tidak dapat mengatasi inflasi yang terjadi ini,” lugasnya.

Lebih lanjut, Wamendagri Ribka menegaskan bahwa inflasi di Papua Pegunungan menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Ia meminta pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk aktif melakukan pemantauan serta mengidentifikasi faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga.

“Ini menjadi perhatian khusus. Saya minta untuk pemerintah daerah setempat dapat mencari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan angka inflasi di sana bisa tinggi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Ribka akan memanggil Pemprov Papua Pegunungan, Pemkab Jayawijaya, serta pihak-pihak terkait lainnya untuk membahas langkah strategis dalam mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.

“Akan kita panggil untuk melaporkan apa yang terjadi dan kemudian bersama-sama kita mencari solusi dalam menekan angka inflasi agar dapat turun,” tandasnya.

Berdasarkan hasil Rakor Pengendalian Inflasi Daerah, diketahui bahwa 22 provinsi di Indonesia mengalami deflasi, sedangkan 16 provinsi mengalami inflasi. Deflasi terdalam secara YoY terjadi di Provinsi Papua Barat dengan angka sebesar -1,98 persen. Sementara itu, inflasi tertinggi secara YoY terjadi di Provinsi Papua Pegunungan dengan angka 7,99 persen.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Dialog dengan KWI, Forum Lintas Generasi Serukan Kebangkitan Nilai Moral dan Hukum
Wamendagri Akhmad Wiyagus Dorong Perencanaan Matang untuk Efektivitas APBD di Jabar
Teladan Asiyah untuk DWP: Menag Tekankan Integritas Perempuan di Tengah Tantangan Zaman
Wamendagri Akhmad Wiyagus: Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Percepatan Pembangunan Lampung
Di Balik Diplomasi Indonesia di Moskow, Sosok Hartyo Harkomoyo
Indonesia Perkuat Ekonomi Kreatif Melalui Kolaborasi Internasional dengan AS
Eliminasi TBC Ditargetkan Tuntas, Lampung Perkuat Aksi dan Kolaborasi Daerah
Pemkot Bandar Lampung Dinilai Siap Percepat Penanggulangan TBC

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:59 WIB

Dialog dengan KWI, Forum Lintas Generasi Serukan Kebangkitan Nilai Moral dan Hukum

Rabu, 15 April 2026 - 16:18 WIB

Wamendagri Akhmad Wiyagus Dorong Perencanaan Matang untuk Efektivitas APBD di Jabar

Rabu, 15 April 2026 - 15:19 WIB

Teladan Asiyah untuk DWP: Menag Tekankan Integritas Perempuan di Tengah Tantangan Zaman

Rabu, 15 April 2026 - 14:35 WIB

Wamendagri Akhmad Wiyagus: Sinergi Pusat dan Daerah Kunci Percepatan Pembangunan Lampung

Rabu, 15 April 2026 - 10:29 WIB

Di Balik Diplomasi Indonesia di Moskow, Sosok Hartyo Harkomoyo

Berita Terbaru