Ratusan Santri Ponpes Qoyyim Yogyakarta Mengikuti Pembekalan Wasbang Bersama Gus Ulil Albab Djalaluddin

Jumat, 13 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – KH. Nehry Azhar Basir, S.Ag, selaku pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnul Qoyyim, Piyungan, Kab. Bantul, Yogyakarta mengungkapkan bahwa, Pembekalan Santri dilaksanakan selain untuk menambah wawasan kebangsaan bagi santri dan menumbuhkan jiwa nasionalisme, sekaligus memberikan pemahaman tentang bahaya paham intoleransi dan radikalisme ditengah masyarakat, sehingga nantinya Santri memiliki pedoman sebelum terjun ditengah masyarakat.

Hal tersebut ditegaskan KH. Nehry Azhar Basir, S.Ag melalui keterangannya kepada wartawan, Jum’at (13/12).

Wawasan Kebangsaan dihadapan Ratusan Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ibnul Qoyyim Yogyakarta menjelang libur semester 2024 dengan tema “Membangun jiwa nasionalisme santri menuju Indonesia Emas 2045” di gelar di Aula PSP Ponpes Ibnul Qoyyim, Piyungan, Kab. Bantul, pada hari Kamis (12/12/2024).

Sementara Gus Ulil Albab Djalaluddin dalam ceramahnya menyampaikan bahwa, Santri harus memiliki semangat mengaji dan belajar, sebagai tunas bangsa dapat menjadi Garda terdepan untuk membentengi dari ideologi yang merongrong keutuhan NKRI, menjadi santri yang Wasathiyah dengan mempersiapkan ilmu.

“Ketika ingin menjadi santri moderat yang tidak terpapar pemahaman Ideologi Radikalisme dan Terorisme, maka harus semangat mengkaji buku, tidak menelan mentah pemaknaan jihad (bukan dengan angkat senjata, aksi teror),” tandasnya.

Yang harus dilakukan oleh santri, menurutnya adalah sesuai dengan profesinya yaitu jihad dengan ilmu, apabila sudah lulus pondok maka jihadnya dengan berdakwah di masyarakat.

“Memberontak kepada Pemerintah yang sah adalah tindakan haram, sebagaimana kesepakatan ulama. Negara Indonesia memiliki ideologi yaitu Pancasila dengan 5 (lima). Sila Pertama hingga sila Kelima telah sesuai dengan ayat Al Quran, namun ada komunitas/kelompok yang menganggap bahwa Pemerintah Indonesia sebagai negara kafir. Indonesia meskipun tidak berasaskan Islam, tetapi semuanya sesuai aturan Islam, artinya kita tidak perlu mengubah Pancasila,” tambah Gus Ulil.

Terpisah, KH. Roehan Ustman, sebagai salah satu pimpinan Ponpes Ibnul Qoyyim menyatakan bahwa, terbuka untuk kepentingan bersama dan dengan kegiatan ini diharapkan dapat merubah image dari masyarakat Yogyakarta akibat dampak negatif permasalahan radikalisme beberapa tahun sebelumnya serta mengharapkan kedepan agar instansi terkait bisa melaksanakan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

Kegiatan pembekalan Santri Ibnul Qoyyim diakhiri dengan Pernyataan Sikap yang dibacakan oleh Para Santri untuk berkomitmen mendukung program Pemerintah dalam melakukan pencegahan terhadap paham Intoleransi dan Radikalisme Menuju Indonesia Emas 2045. (*)

Berita Terkait

Indonesian Custom Show 2026 Hadir di Yogyakarta, Tiga Hari Penuh Custom Culture dan Musik
Gerak Cepat Hadapi Kekeringan, Ra’Nggagas Solidarity Distribusikan 40 Tangki Air
Sembilan Pejabat Eselon II dan III Dilantik, Kajati DIY Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Walikota Yogyakarta Apresiasi Event Inklusi, Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis bagi Difabel
Komisi A DPRD Yogyakarta Minta Fasilitas Rapat Ditingkatkan untuk Dukung Kinerja Dewan
Kebakaran Bromo Capai 942 Hektare, Pakar UMY Soroti Penegakan Hukum Lingkungan
Belanja Pegawai BKPSDM Dikoreksi Lagi, Komisi A Minta Penjelasan Pemkot Yogyakarta
Jalan Bogem Kalasan Digegerkan Kecelakaan Truk dan Mobil Pagi Ini

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Indonesian Custom Show 2026 Hadir di Yogyakarta, Tiga Hari Penuh Custom Culture dan Musik

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Gerak Cepat Hadapi Kekeringan, Ra’Nggagas Solidarity Distribusikan 40 Tangki Air

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Sembilan Pejabat Eselon II dan III Dilantik, Kajati DIY Tekankan Integritas dan Profesionalisme

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:20 WIB

Walikota Yogyakarta Apresiasi Event Inklusi, Tegaskan Komitmen Pendidikan Gratis bagi Difabel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:25 WIB

Komisi A DPRD Yogyakarta Minta Fasilitas Rapat Ditingkatkan untuk Dukung Kinerja Dewan

Berita Terbaru