JABAROKENEWS.COM, Yogyakarta – Tren kenaikan peringkat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di UI GreenMetric World University Rankings tercatat konsisten dalam tiga tahun terakhir, sebelum akhirnya melonjak tajam ke posisi 75 dunia pada 2026. Lonjakan ini jauh melampaui laju kenaikan bertahap yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data resmi UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026, peringkat dunia UMY bergerak dari posisi 136 pada 2024, naik ke posisi 133 pada 2025, sebelum melompat signifikan ke posisi 75 pada 2026. Capaian ini diraih dari total 2.016 perguruan tinggi peserta di 110 negara, dimana UMY juga menempati peringkat 12 nasional dan peringkat 34 se-Asia sebagai kampus paling berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Reputasi, Kerjasama, dan Digital UMY, Prof. Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D. menyebut percepatan ini tidak lepas dari proses panjang yang telah dijalankan universitas. UMY tercatat mulai mencanangkan program Green Campus atau Kampus Hijau secara internal sejak 2011, sebelum resmi berpartisipasi dalam UI GreenMetric pada 2018.
Penguatan Reputasi dan Kolaborasi Global
Slamet menjelaskan, salah satu faktor pendorong utama kenaikan tajam tahun ini adalah penguatan reputasi dan kepercayaan UMY di tingkat global. Ia menegaskan kualitas sebuah perguruan tinggi turut ditentukan oleh sejauh mana institusi tersebut dipercaya oleh berbagai pihak secara internasional.
“UMY menyadari bahwa kualitas perguruan tinggi itu dapat dihasilkan dari kepercayaan dan reputasi secara global. Maka UMY terus-menerus membangun kepercayaan dan reputasi tersebut pada seluruh aspek,” ujar Slamet saat diwawancarai pada Selasa (29/9).
Selain reputasi, penguatan kerja sama turut menjadi kunci. Slamet mengungkapkan UMY terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Mulai dari pemerintah, dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, hingga lembaga swadaya masyarakat.
“Kami menyadari bahwa UMY tidak bisa sendiri. Sehingga kami memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk sama-sama mewujudkan ekosistem keberlanjutan tersebut,” imbuhnya.
Instrumen Evaluasi Universitas
Dalam pernyataannya pula, Slamet menegaskan UI GreenMetric tidak ditempatkan semata-mata sebagai ajang kompetisi meraih peringkat. Menurutnya, pemeringkatan ini lebih dipandang sebagai instrumen evaluasi bagi universitas.
Ia juga menambahkan bahwa peringkat pada dasarnya bukan menjadi tujuan akhir bagi UMY. Slamet menyebut angka tersebut sekadar menjadi ukuran dari pihak eksternal atas kinerja dan kontribusi UMY dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dunia.
“Kami menjadikannya sebagai instrumen benchmarking dan evaluasi untuk melihat apa yang sudah baik, apa yang masih perlu diperbaiki, dan bagaimana sustainability dapat semakin terintegrasi dalam tata kelola universitas menuju kampus bereputasi global,” pungkasnya. (lsi)
Sumber :Humas Umy














