Rekor MURI Tarian Kolosal Anak-Anak di Penutupan Hari Anak Nasional 2024

Selasa, 23 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jayapura – Sebanyak 2.600 anak berhasil mencetak Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kategori anak-anak menari terbanyak yang diiringi musik dan lagu medley Papua. Tarian tersebut menjadi penutup puncak Hari Anak Nasional Tahun 2024 yang berlangsung di Istora Papua Bangkit, Kota Jayapura, Papua, Selasa (23/7/2024). Mereka tampil di hadapan Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana, dan sejumlah pejabat terkait yang hadir.

Saat musik mulai mengalun, 2.600 anak serentak memulai tarian. Mereka mengenakan kostum dan aksesoris khas Papua yang membuat nuansa budaya Papua semakin terasa. Gerakan mereka yang kompak dan enerjik memukau semua yang hadir. Tepuk tangan dan sorak-sorai membahana memenuhi ruangan Istora Papua Bangkit.

Suasana semakin meriah, ketika Presiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana, dan sejumlah pejabat yang hadir turut bergabung dan menari dalam barisan peserta. Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana tak henti tersenyum menandakan menikmati setiap gerakan dan kekompakan para peserta. Presiden juga sempat merekam kekompakan peserta dengan ponsel pribadinya.

Berdasarkan penilaian yang dilakukan MURI, tarian kolosal tersebut berhasil meraih Rekor MURI. Piagam MURI tersebut diserahkan oleh Direktur Operasional MURI kepada Ketua Umum Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) Tri Tito Karnavian. Kemudian Tri menyerahkan piagam itu kepada Ibu Negara Iriana selaku pembina OASE KIM.

Dalam laporannya, Tri menjelaskan, puncak Hari Anak Nasional 2024 dihadiri oleh sekitar 6.500 anak PAUD, SD, SMP, SMA dari Provinsi Papua. Selain itu turut hadir perwakilan anak-anak dari seluruh provinsi yang didampingi oleh para Istri Gubernur se-Indonesia.

Selain tari kolosal, gelaran tersebut juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan lainnya, seperti anak-anak berbakat matematika, baris berbaris, marching band, menyanyi, dan desain kostum kreatif. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian beasiswa Program Indonesia Pintar serta penghargaan kepada anak berprestasi.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. “Kiranya dukungan yang telah diberikan adalah cahaya terang bagi anak-anak kita menuju masa depan Indonesia Emas,” tandasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Anggaran Tambahan Rp24,8 Triliun Diusulkan, Kemenag Dorong Kesetaraan Madrasah
Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana
Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun
WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif
Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA
Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum
Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 17:02 WIB

Anggaran Tambahan Rp24,8 Triliun Diusulkan, Kemenag Dorong Kesetaraan Madrasah

Sabtu, 4 April 2026 - 13:15 WIB

Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana

Jumat, 3 April 2026 - 16:36 WIB

Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun

Jumat, 3 April 2026 - 16:30 WIB

WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WIB

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA

Berita Terbaru