DPRD Kota Bekasi Evaluasi SPBE Pascaledakan, Penutupan Permanen Jadi Opsi

Minggu, 5 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya. (Jennus)

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya. (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Bekasi — Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, menegaskan pihaknya akan mengambil langkah tegas menyusul insiden ledakan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Ia menyatakan, DPRD tidak menutup kemungkinan merekomendasikan penutupan permanen operasional SPBE tersebut apabila dalam proses audit ditemukan pelanggaran serius terhadap aspek keselamatan dan perizinan.

“Kami akan melihat aspek sertifikasi laik fungsi dan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Jika ditemukan masalah, bisa langsung kami rekomendasikan untuk ditutup,” ujar Anton, Minggu (5/4/2026).

Sorotan utama DPRD tertuju pada lokasi SPBE yang dinilai terlalu dekat dengan permukiman padat penduduk. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan warga, sebagaimana tercermin dari insiden ledakan yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) lalu.

Saat ini, DPRD tengah melakukan penelusuran menyeluruh terhadap dokumen perizinan SPBE di Cimuning. Evaluasi serupa juga akan diperluas ke sejumlah SPBE lain di wilayah Kota Bekasi, khususnya yang berada di sekitar kawasan hunian.

“Semua akan kami evaluasi, terutama yang berdekatan dengan warga. Aspek keselamatan harus menjadi prioritas mutlak agar kejadian serupa tidak terulang,” katanya.

Di tengah proses evaluasi, Anton bersama Anggota Komisi III DPRD Jawa Barat, Ahmad Faisyal Hermawan, turut meninjau lokasi kejadian pada Sabtu (4/4/2026). Keduanya menyalurkan bantuan kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian.

Sebanyak 47 kepala keluarga menerima bantuan paket kebutuhan pokok. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak, terutama mereka yang mengalami kerusakan tempat tinggal.

Anton menambahkan, pihaknya tengah mengupayakan pendataan menyeluruh terkait jumlah dan sebaran SPBE di Kota Bekasi. Data tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pengawasan dan penataan industri berisiko tinggi di kawasan perkotaan.

“Kami berharap segera mendapatkan data lengkap. Keselamatan warga harus menjadi prioritas, dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Investor Daily Summit 2026 Soroti Masa Depan Ekonomi, Hilirisasi dan AI Jadi Bahasan
Penertiban Lahan PJT II, Pemkot Bekasi Bongkar Bangunan Liar di Tanah Apit
Tri Adhianto Dukung Kerja Sama Pemprov Jabar, Warga Bisa Berobat di RS Jaringan Pemerintah
Serunya Wali Kota Bekasi dan Warga Nobar Timnas di Plaza Patriot Chandrabhaga
Hibah Aset Daerah Rp2,7M, Wali Kota Bekasi Serah Terima Kepada Kemenag Kota Bekasi
Wawali Harris Bobihoe Ajak Warga Bangun Keluarga Kuat, Bahagia dan Sejahtera
Hadiri Fun Run, Harris Bobihoe Ajak Warga Perkuat Budaya Hidup Sehat
Cak Imin Soroti Keberhasilan Vida, Bekasi Bersiap Perluas Jangkauan Pasar Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Investor Daily Summit 2026 Soroti Masa Depan Ekonomi, Hilirisasi dan AI Jadi Bahasan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Penertiban Lahan PJT II, Pemkot Bekasi Bongkar Bangunan Liar di Tanah Apit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Tri Adhianto Dukung Kerja Sama Pemprov Jabar, Warga Bisa Berobat di RS Jaringan Pemerintah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Serunya Wali Kota Bekasi dan Warga Nobar Timnas di Plaza Patriot Chandrabhaga

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:01 WIB

Hibah Aset Daerah Rp2,7M, Wali Kota Bekasi Serah Terima Kepada Kemenag Kota Bekasi

Berita Terbaru

PURWAKARTA

Polres Purwakarta Dialog Humanis Berlangsung Tertib

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:17 WIB