10 Bupati dan Wali Kota Terkaya di Indonesia, Cek Latar Belakangnya

Senin, 15 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Banyaknya berita tentang kasus korupsi yang dilakukan kepala daerah membuat miris. Pasalnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2000 Perubahan PP Nomor 9 Tahun 1980 tentang Hak Keuangan/Administrasi Kepala Daerah dan Bekas Kepala Daerah serta Janda/Dudanya, kepala daerah setingkat bupati bisa mendapat gaji sebesar Rp 2,1 juta per bulan, dan Rp 1,8 juta per bulan untuk wakil bupati.

Selain gaji pokok, bupati berhak mendapat tunjangan Rp 3,78 juta per bulan dan wakilnya mendapat Rp 3,24 juta per bulan, ditambah tunjangan lain seperti tunjangan beras, kesehatan, hingga THR. Meski terlihat besar, jumlah ini tampak tidak cukup untuk masuk ke dalam daftar orang terkaya di Indonesia.

Namun, banyak pengusaha yang kini merambah dunia politik dan menjabat sebagai kepala daerah untuk memperbaiki kampung halamannya. Banyak kepala daerah di berbagai wilayah di Indonesia memiliki kekayaan yang lebih besar ketimbang Presiden Joko Widodo.

Berikut adalah daftar bupati dan wali kota terkaya di Indonesia berdasarkan laporan LHKPN:

10. Abdullah Faris Umlati (Rp64.150.442.286)

Abdullah Faris Umlati, Bupati Raja Ampat, memiliki kekayaan sebesar Rp 64 miliar pada 2022. Kekayaannya meningkat dari Rp 61,1 miliar pada tahun sebelumnya. Abdullah menjabat sebagai bupati selama dua periode dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Raja Ampat.

9. Poltak Sitorus (Rp65.966.086.736)

Poltak Sitorus, Bupati Toba, adalah pengusaha yang menjabat sejak 2021. Sebelumnya, ia bekerja di berbagai posisi, termasuk dosen dan komisaris di perusahaan ternama di Amerika Serikat. Kekayaannya mencapai Rp 65,9 miliar pada 2021, meningkat sedikit di tahun berikutnya.

8. Epyardi Asda (Rp66.641.896.314)

Epyardi Asda, Bupati Solok, adalah pengusaha dan politikus yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR selama tiga periode. Kekayaannya mencapai Rp 66,6 miliar pada 2022, menurun dari Rp 69 miliar pada tahun sebelumnya.

7. Anna Muawanah (Rp87.089.601.679)

Anna Muawanah, Bupati Bojonegoro, adalah politikus PKB yang memiliki kekayaan sebesar Rp 87 miliar pada 2023. Sebelum menjadi bupati, ia menjabat sebagai anggota DPR di berbagai komisi.

6. Joune James Esau Ganda (Rp104.236.857.584)

Joune James Esau Ganda, Bupati Minahasa Utara, memiliki kekayaan sebesar Rp 104,2 miliar pada 2022. Joune, yang memiliki latar belakang sebagai direktur dan komisaris di perusahaan, mendapat berbagai penghargaan selama masa jabatannya.

5. Mohammad Ramdhan Pomanto (Rp212.361.628.012)

Mohammad Ramdhan Pomanto, Wali Kota Makassar, adalah akademisi dan arsitek yang memiliki kekayaan sebesar Rp 212,3 miliar pada 2022. Sebelum menjadi wali kota, Danny Pomanto berkarir sebagai arsitek dan konsultan tata kota dengan berbagai proyek besar.

4. Andi Muchtar Ali Yusuf (Rp265.292.134.480)

Andi Muchtar Ali Yusuf, Bupati Bulukumba, adalah pengusaha yang memiliki kekayaan sebesar Rp 265,2 miliar pada 2021. Sebelum menjadi bupati, ia memiliki berbagai bisnis di bidang konstruksi dan transportasi.

3. Hadianto Rasyid (Rp266.808.375.640)

Hadianto Rasyid, Wali Kota Palu, adalah pengusaha dan politikus yang memiliki kekayaan sebesar Rp 266,8 miliar pada 2021. Sebelum menjadi wali kota, ia menjabat sebagai anggota DPRD Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah.

2. Andrei Angouw (Rp287.117.056.987)

Andrei Angouw, Wali Kota Manado, adalah politikus dari PDI Perjuangan dengan kekayaan sebesar Rp 287,1 miliar pada 2022. Sebelum menjadi wali kota, Andrei menjabat sebagai Ketua DPRD Sulawesi Utara.

1. Aep Syaepuloh (Rp400.848.758.908)

Aep Syaepuloh, Wakil Bupati Karawang, adalah pebisnis yang memiliki kekayaan sebesar Rp 400,8 miliar pada 2021. Ia memiliki berbagai bisnis di bidang konstruksi, rental alat berat, general supplier, ekspedisi, dan properti.

Inilah daftar bupati dan wali kota terkaya di Indonesia berdasarkan data LHKPN. Kekayaan mereka mencerminkan latar belakang mereka yang kuat sebagai pengusaha sebelum terjun ke dunia politik. (*)

Berita Terkait

Pemprov Banten Siap Jalani Audit BPK, Gubernur Harapkan Hasil Terbaik
WFH ASN dan Efisiensi Anggaran, Strategi Pemerintah Hadapi Tekanan Geopolitik Global
Audiensi Kementerian Ekraf-Folago Bahas Peluang Monetisasi Kreator
PHM Resmikan Operasional Platform WPN-7 di WK Mahakam, Produksi Gas Capai 20 MMSCFD
Prof. Abdul Latif: Pendidikan dan Etika Jadi Fondasi Transformasi Profesi Advokat
WFH bagi ASN DKI Masih Cari Hari yang Efektif, Pastinya Bukan Rabu
Bawa Ekonomi Kreatif Indonesia ke Dunia, Menteri Ekraf: Irlandia Mitra yang Tepat
Kisah Polisi Jujur di Meja Tanpa Laci, Angkat Pesan Anti-Korupsi

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 14:50 WIB

Pemprov Banten Siap Jalani Audit BPK, Gubernur Harapkan Hasil Terbaik

Rabu, 1 April 2026 - 15:26 WIB

WFH ASN dan Efisiensi Anggaran, Strategi Pemerintah Hadapi Tekanan Geopolitik Global

Rabu, 1 April 2026 - 12:08 WIB

Audiensi Kementerian Ekraf-Folago Bahas Peluang Monetisasi Kreator

Rabu, 1 April 2026 - 08:07 WIB

PHM Resmikan Operasional Platform WPN-7 di WK Mahakam, Produksi Gas Capai 20 MMSCFD

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:37 WIB

Prof. Abdul Latif: Pendidikan dan Etika Jadi Fondasi Transformasi Profesi Advokat

Berita Terbaru