Kekayaan Budaya Indonesia Dipamerkan di Jenewa, WIPO Jajaki Peluang Baru Ekspor

Selasa, 9 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jenewa – Indonesia mendapatkan kesempatan emas untuk memperkenalkan 135 produk indikasi geografis lokal pada Sidang Majelis Umum ke-65 Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO). Produk-produk yang dipamerkan meliputi kopi, produk perkebunan, rempah, kerajinan tangan, hingga perikanan dan kelautan.

Delegasi Indonesia dengan bangga memamerkan kekayaan budaya dan kearifan lokal di hadapan para delegasi dari berbagai negara anggota WIPO. Produk-produk tersebut tidak hanya merefleksikan keanekaragaman alam Indonesia, tetapi juga nilai-nilai tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Produk-produk indikasi geografis ini merupakan bukti nyata dari kerja keras petani dan pengrajin lokal, serta komitmen pemerintah dalam mempromosikan dan melindungi kekayaan intelektual Indonesia,” ucap Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Min Usihen terkait pameran pada Selasa, 9 Juli 2024 di Jenewa, Swiss.

Min berharap kesempatan ini dapat meningkatkan pemahaman global tentang pentingnya melindungi indikasi geografis untuk mendukung keberlanjutan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal. Indonesia sendiri merupakan negara biodiversitas dan penghasil kopi terbesar kedua setelah Brazil.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa pameran ini akan berlangsung pada 9-17 Juli 2024 di Lobby WIPO Saloon Apollon dengan tema komoditas yang berbeda setiap harinya. Kehadiran Indonesia di Sidang Majelis Umum WIPO juga memberikan kesempatan untuk membangun kemitraan internasional dalam mengembangkan strategi pelindungan lebih lanjut untuk produk-produk indikasi geografis.

“Ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi ekspor produk-produk tersebut ke pasar internasional, sambil menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung penghidupan berkelanjutan bagi komunitas lokal,” sambung Min.

Delegasi Republik Indonesia menyatakan pentingnya kerjasama antar negara untuk melindungi dan menghargai kekayaan intelektual yang merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya dan ekonomi global. Diharapkan partisipasi Indonesia di WIPO akan memberi dampak positif jangka panjang bagi pengembangan industri lokal dan promosi budaya Indonesia di dunia internasional.

Secara keseluruhan, kehadiran Indonesia di Sidang Majelis Umum WIPO memberikan momentum positif dalam memperkuat posisi negara ini sebagai pemain utama dalam pelindungan dan promosi produk-produk indikasi geografis global.(*)

Berita Terkait

Bahtra Banong Dorong ASN Manfaatkan Beasiswa Luar Negeri Demi Indonesia Emas 2045
Sekjen Kemendagri Harap Lulusan IPDN Bawa Perubahan Positif di Daerah
Pamong Praja Muda IPDN XXXIII Ditempatkan di Seluruh Indonesia, Disiapkan Jadi Pemimpin
Kemendagri Dorong Pemda Optimalkan Penyelesaian Sengketa dan Konflik Pertanahan melalui Koordinasi Intensif
Pamong Praja Muda IPDN Diminta Utamakan Rakyat, Ini Pesan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Tekankan Meritokrasi di IPDN, Anak Buruh hingga Petani Raih Prestasi Terbaik
Presiden Prabowo Kukuhkan 1.204 Lulusan IPDN sebagai Pamong Praja Muda, Mendagri Tito Hadiri Pelantikan
Lepas 1.476 Tim Ekspedisi Patriot 2026, Menko AHY: Data Empiris Lapangan Jadi Fondasi Penting dalam Menyusun Kebijakan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:56 WIB

Bahtra Banong Dorong ASN Manfaatkan Beasiswa Luar Negeri Demi Indonesia Emas 2045

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:18 WIB

Sekjen Kemendagri Harap Lulusan IPDN Bawa Perubahan Positif di Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:11 WIB

Pamong Praja Muda IPDN XXXIII Ditempatkan di Seluruh Indonesia, Disiapkan Jadi Pemimpin

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:52 WIB

Kemendagri Dorong Pemda Optimalkan Penyelesaian Sengketa dan Konflik Pertanahan melalui Koordinasi Intensif

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:26 WIB

Pamong Praja Muda IPDN Diminta Utamakan Rakyat, Ini Pesan Presiden Prabowo

Berita Terbaru