Inflasi di Daerah Masih Bervariasi, Mendagri Ingatkan Daerah Aktif Cari Penyebab dan Solusinya

Senin, 8 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan, meski inflasi secara nasional terkendali sebesar 2,61 persen pada Desember 2023, kondisi inflasi di masing-masing daerah masih bervariasi. Mendagri mengingatkan daerah yang angka inflasinya di atas rerata nasional dan Indeks Perkembangan Harga (IPH)-nya terbilang tinggi untuk melakukan upaya pengendalian.

Dia menegaskan, capaian pengendalian inflasi secara nasional merupakan agregat dari upaya pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah. Karena itu, pemerintah daerah (Pemda) perlu aktif melakukan upaya pengendalian inflasi.

“Saya sudah sampaikan bahwa kita jangan terlena, apalagi daerah jangan terlena, karena terjadi variasi di tingkat nasional, negara kita adalah negara besar 552 wilayah,” ujar Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (8/1/2024).

Lebih lanjut, Mendagri menekankan kepada Pemda agar jangan hanya diam menghadapi tingginya inflasi. Pemda harus aktif mencari penyebab dan solusinya sehingga inflasi terkendali. Pemda dapat melakukan pembahasan bersama jajaran staf termasuk melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

“Kalau kurang mengerti juga panggil ahlinya yang dari ekonomi, universitas, segala macam, untuk membantu menelusuri penyebabnya dan mencari solusinya, supaya jangan sampai dibacain terus ini naik terus [inflasinya] dan di atas terus,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri membeberkan daerah yang inflasinya masih di atas rerata nasional. Rinciannya, d tingkat provinsi ada Maluku Utara, Lampung, Gorontalo, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Selatan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bengkulu, Banten, dan Nusa Tenggara Barat. Kemudian di tingkat kabupaten yaitu Sumenep, Merauke, Banggai, Buleleng, Kotabaru, Belitung, Mimika, Sikka, Sumba Timur, dan Kudus. Sementara kota dengan inflasi tinggi yakni Ternate, Gorontalo, Balikpapan, Bandar Lampung, Cilegon, Kotamobagu, Samarinda, Bogor, Tual, dan Tegal.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Komjen Cryshnanda Ungkap 6 Dimensi Kejahatan Ngeri Jika Teknologi AI Jatuh ke Tangan Orang Jahat
Sekjen Kemendagri: Percepatan Distribusi Minyak Goreng Kunci Utama Stabilitas Harga di Daerah Terpencil
Pemerintah Pusat dan Pemprov Malut Bahas Konektivitas demi Pemerataan Pembangunan
Pameran Seni Lukis Jadi Wadah Inspirasi bagi Generasi Seniman Baru
Nglaras: Cara Santai namun Bermakna Menggali Akar Masalah di Tengah Masyarakat
Mendagri Tito Karnavian Dorong Penambahan Anggaran untuk Percepatan Rehabilitasi Pascabencana
IAPVC 2026 Jadi Wadah Promosi Biodiversitas Indonesia di Tingkat Internasional
Sebanyak 10.359 Peserta Ramaikan TEP 2026, Program Transmigrasi Makin Dilirik Anak Muda

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 16:19 WIB

Komjen Cryshnanda Ungkap 6 Dimensi Kejahatan Ngeri Jika Teknologi AI Jatuh ke Tangan Orang Jahat

Senin, 25 Mei 2026 - 15:37 WIB

Sekjen Kemendagri: Percepatan Distribusi Minyak Goreng Kunci Utama Stabilitas Harga di Daerah Terpencil

Senin, 25 Mei 2026 - 11:35 WIB

Pemerintah Pusat dan Pemprov Malut Bahas Konektivitas demi Pemerataan Pembangunan

Senin, 25 Mei 2026 - 08:39 WIB

Pameran Seni Lukis Jadi Wadah Inspirasi bagi Generasi Seniman Baru

Senin, 25 Mei 2026 - 08:33 WIB

Nglaras: Cara Santai namun Bermakna Menggali Akar Masalah di Tengah Masyarakat

Berita Terbaru