Andra Soni Dorong KEK ETKI Banten Perkuat Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Banten – Gubernur Banten Andra Soni meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten di kawasan BSD, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Senin (14/9/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung progres investasi dan aktivitas usaha di kawasan tersebut.

​Gubernur Andra menyampaikan, Provinsi Banten saat ini memiliki dua KEK yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Keduanya adalah KEK Tanjung Lesung yang difokuskan pada sektor pariwisata, serta KEK ETKI Banten yang bergerak di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, dan teknologi digital.

​”Alhamdulillah, hari ini saya meninjau langsung progres salah satu Kawasan Ekonomi Khusus yang ada di Banten, yakni di kawasan BSD,” ungkap Gubernur Andra.

​Berdasarkan pemaparan pihak pengelola, Andra menyebutkan bahwa perkembangan KEK ETKI Banten berjalan sangat baik, bahkan melampaui ekspektasi. Target investasi kawasan ini dalam 20 tahun ke depan diproyeksikan mencapai Rp18 triliun. Menariknya, realisasi investasi pada tahun pertama telah menyentuh angka Rp1,9 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 1.773 orang.

​Dalam lima tahun ke depan, investasi ditargetkan menembus hampir Rp6 triliun. Pengembangan KEK ini diharapkan tidak hanya meningkatkan serapan tenaga kerja, tetapi juga membawa dampak positif yang luas bagi ekosistem perekonomian Banten.

​”Harapan kita, keberadaan KEK ini mampu mengangkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Dengan ekonomi yang terus tumbuh, dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat Banten,” tegasnya.

​Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, lanjut Gubernur Andra, berkomitmen penuh mendukung pengembangan KEK ETKI. Terlebih, pengelola kawasan kini tengah mengajukan rencana perluasan area seiring dengan tingginya minat investor. Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi daya tarik investasi berbasis teknologi, salah satunya fasilitas pusat data (data center).

​”Nantinya akan banyak teknologi yang masuk, salah satunya data center. Kehadiran infrastruktur ini sangat diperlukan oleh pemerintah guna mendukung ekosistem digital di Indonesia,” imbuhnya.

​Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Andra juga menekankan pentingnya menyelaraskan pengembangan KEK dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Banten. Saat ini, Pemprov Banten telah menjalin kerja sama dengan pengelola KEK ETKI untuk membuka akses pendidikan dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.

​Salah satu wujud nyata kolaborasi tersebut adalah pemberian beasiswa pendidikan vokasi di Fuji Academy bagi 20 anak asal Banten. Program ini dirancang untuk menyiapkan lulusan siap kerja yang nantinya diproyeksikan berkarier di Jepang.

​”Kami telah membangun kerja sama dengan pihak pengelola. Mereka memfasilitasi anak-anak Banten agar memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan yang berkualitas di sini,” jelasnya.

​Sementara itu, Kepala Divisi Operasional Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten, Lindawaty, menjelaskan bahwa KEK ETKI Banten resmi ditetapkan pada Oktober 2024 melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2024. Kawasan ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 59,68 hektare.

​Menurut Lindawaty, progres pembangunan kawasan saat ini telah mencapai sekitar 50 persen, khususnya di sisi timur. Sementara itu, sisi barat masih dalam tahap pengembangan. Dari sisi pelaku usaha, saat ini sudah ada 29 tenant yang beroperasi atau membangun fasilitas di dalam kawasan, dari target sedikitnya 50 pelaku usaha dalam lima tahun ke depan.

​Sektor kesehatan tercatat menjadi salah satu daya tarik utama investor di KEK ETKI Banten. Beberapa bidang usaha yang telah hadir meliputi layanan In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, klinik kecantikan dan estetika, klinik onkologi, serta laboratorium genetik.

​Pihak pengelola juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Banten untuk memaksimalkan promosi kawasan dan membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.

​”Kami bersama Pemprov (Banten) berupaya mempromosikan KEK melalui sistem aplikasi investasi. Selain itu, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan mempertemukan (business matching) para pelaku usaha di sekitar kawasan dengan mitra bisnis yang sudah ada di dalam kawasan,” pungkas Lindawaty.(lsi)

 

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Polda Banten Rotasi Enam Pejabat, Sertijab Digelar
Basarnas Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang Selama 3 Hari, Andra Soni: Lanjutkan
Willy Patria Dorong Percepatan Penyediaan Hunian Layak bagi Warga Balaraja
Lapas Serang Berduka, Rico Stive Ajak Jajarannya Doakan Tiga ASN Gugur di Jayawijaya
Berjuang 12 Jam di Laut, Polair dan PWI Banten Sisir Ujung Kulon Cari Lima Wartawan yang Hilang
Hari Keenam Pencarian, Gubernur Banten Andra Soni Minta Operasi SAR Dipertimbangkan untuk Diperpanjang
Wujud Solidaritas Insan Pers, PWI Terjunkan Tim Susur Selat Sunda Cari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal
Rembuk Stunting 2026 Desa Sindangheula Fokus Cari Solusi Pencegahan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 11:51 WIB

Polda Banten Rotasi Enam Pejabat, Sertijab Digelar

Selasa, 15 September 2026 - 08:38 WIB

Andra Soni Dorong KEK ETKI Banten Perkuat Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

Selasa, 15 September 2026 - 08:31 WIB

Basarnas Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang Selama 3 Hari, Andra Soni: Lanjutkan

Senin, 14 September 2026 - 15:18 WIB

Willy Patria Dorong Percepatan Penyediaan Hunian Layak bagi Warga Balaraja

Senin, 14 September 2026 - 13:08 WIB

Lapas Serang Berduka, Rico Stive Ajak Jajarannya Doakan Tiga ASN Gugur di Jayawijaya

Berita Terbaru

Banten

Polda Banten Rotasi Enam Pejabat, Sertijab Digelar

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:51 WIB