Presiden Prabowo dan Mendagri Tito Bertolak ke Kalteng, Bahas Strategi Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Palangka Raya – Usai meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian kembali mendampingi Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu (22/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas penguatan penanganan karhutla di wilayah tersebut.

Setibanya di Palangka Raya, Presiden Prabowo langsung memimpin rapat bersama jajaran terkait di Posko Aju Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalteng yang berada di kawasan Bandara Tjilik Riwut. Mendagri Tito turut hadir bersama sejumlah unsur pemerintah pusat dan daerah.

Dalam rapat tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalteng Ahmad Toyib melaporkan bahwa sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 terdapat 19.992 titik panas atau hotspot. Pada periode yang sama, tercatat 1.639 kejadian karhutla dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare.

“Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Ahmad Toyib.

Sementara itu, berdasarkan analisis satelit Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalteng mencapai 7.634,46 hektare dan menempatkan provinsi tersebut pada urutan kesembilan secara nasional. Sebanyak 13 kabupaten/kota juga telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.

Penanganan di lapangan melibatkan sekitar 10.700 personel dari berbagai unsur, mulai dari BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga unsur masyarakat lainnya.

Dalam rapat itu, Presiden Prabowo turut menggali kebutuhan tambahan untuk memperkuat operasi pemadaman. Terkait dukungan helikopter water bombing, Ahmad Toyib menyampaikan bahwa saat ini empat unit telah beroperasi, namun masih diperlukan tambahan armada.

“Mohon izin penambahan kalau bisa 2 sampai 3 unit lagi Bapak Presiden,” ujar Ahmad Toyib.

Presiden juga menanyakan kebutuhan pompa air untuk mendukung pemadaman dari darat. Ahmad Toyib menyampaikan Kalteng masih membutuhkan sekitar 100 hingga 200 unit tambahan.

Presiden Prabowo kemudian mengambil langkah tindak lanjut untuk memenuhi kebutuhan tersebut, termasuk melakukan komunikasi melalui sambungan telepon di tengah rapat. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memastikan dukungan personel maupun peralatan dapat segera diperkuat guna mempercepat pengendalian karhutla.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri Tito Bersama Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Kalbar
Wamendagri Wiyagus Tekankan Peran Mahasiswa Untad dalam Penuntasan TB di Sulteng
Kemenag Gandeng University of Melbourne, Buka Akses Para Santri ke Kampus Dunia
Kasatgas Tito Turun Pantau Rehab-Rekon Sumatera, Dorong Semua Pihak Percepat Penanganan
Kepala Daerah Diminta Integrasikan Keadilan Ekologis dalam Pembangunan
Pascagempa NTT, Mendagri dan Menteri PKP Siapkan Penanganan Rumah Warga
Perkuat Pencegahan Korupsi, Wamendagri Wiyagus Minta Kepala Daerah Tingkatkan Kompetensi
Gempa NTT, Mendagri Tito Pastikan Pemerintah Hadir dan Percepat Penanganan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Presiden Prabowo dan Mendagri Tito Bertolak ke Kalteng, Bahas Strategi Penanganan Karhutla

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Mendagri Tito Bersama Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla di Kalbar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:16 WIB

Wamendagri Wiyagus Tekankan Peran Mahasiswa Untad dalam Penuntasan TB di Sulteng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Kemenag Gandeng University of Melbourne, Buka Akses Para Santri ke Kampus Dunia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:03 WIB

Kasatgas Tito Turun Pantau Rehab-Rekon Sumatera, Dorong Semua Pihak Percepat Penanganan

Berita Terbaru