Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz

Senin, 3 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Anadolu)

Beberapa kapal tanker melintas di Selat Hormuz. (Anadolu)

JENDELANUSANTARA.COM, Istanbul – Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebutkan bahwa Washington dan Teheran akan memulai perundingan pada Senin (3/8/2026). Teheran menegaskan fokus saat ini bukan bernegosiasi dengan AS, melainkan bekerja sama dengan Oman untuk membuka jalur pelayaran sementara demi menjamin keamanan di Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pembahasan dengan pemerintah Oman difokuskan pada langkah-langkah teknis guna memastikan kapal-kapal dapat melintasi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia itu secara aman.

“Pembahasan kami saat ini dengan Oman difokuskan pada upaya memastikan pelayaran yang aman di Selat Hormuz,” ujar Baqaei seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars.

Menurut dia, Iran dan Oman tengah mempercepat pembentukan jalur pelayaran sementara sebagai solusi untuk menjaga keselamatan navigasi di kawasan tersebut.

“Kami berupaya membangun jalur sementara sesegera mungkin melalui kerja sama dengan Oman agar keselamatan pelayaran di Selat Hormuz dapat terjamin,” katanya.

Di saat yang sama, Baqaei membantah adanya proses diplomatik yang sedang berlangsung dengan Washington. “Kami tidak sedang berunding dengan Amerika Serikat,” tegasnya.

Pernyataan itu bertolak belakang dengan klaim Presiden Donald Trump sehari sebelumnya. Trump menyatakan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran akan dimulai pada Senin sore serta menyampaikan keyakinannya bahwa kesepakatan mengenai keamanan Selat Hormuz dan denuklirisasi Iran dapat segera dicapai.

Meski demikian, Teheran menilai kondisi di Selat Hormuz tidak akan membaik selama Amerika Serikat masih mempertahankan kebijakan yang dinilai bermusuhan terhadap Iran, termasuk melanjutkan blokade dan tekanan ekonomi.

Selat Hormuz memiliki arti strategis bagi perdagangan global. Perairan sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu menjadi jalur utama distribusi minyak mentah dan gas alam cair dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional. Karena itu, setiap ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia sekaligus mendorong kenaikan harga minyak di pasar global. (ihd/anadolu)

Berita Terkait

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi
Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG
Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata
AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington
Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 20:44 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 

Rabu, 2 September 2026 - 15:52 WIB

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz

Berita Terbaru