Dampingi Koperasi Merah Putih, UMY Raih Penghargaan dari Dinkop UKM DIY

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Kepala Subdirektorat Pengabdian Dosen UMY, Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA., mewakili DRP UMY menerima penghargaan dari Dinkop UKM DIY yang diberikan langsung oleh Kepala Dinkop UKM DIY, Agus Mulyono, S.P., M.T

Foto Kepala Subdirektorat Pengabdian Dosen UMY, Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA., mewakili DRP UMY menerima penghargaan dari Dinkop UKM DIY yang diberikan langsung oleh Kepala Dinkop UKM DIY, Agus Mulyono, S.P., M.T

JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) menerima penghargaan dari Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta (Dinkop UKM DIY). Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan peran aktif UMY sebagai perguruan tinggi pendamping dalam mendukung pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di DIY.

Penghargaan diterima oleh Kepala Subdirektorat Pengabdian Dosen UMY, Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA., yang mewakili DRP UMY pada Rabu (22/7).

Laelia mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi UMY dalam mendampingi penguatan tata kelola koperasi sekaligus memperkokoh ekonomi kerakyatan.

“Penghargaan ini menunjukkan komitmen UMY, khususnya Direktorat Riset dan Pengabdian, dalam mendampingi pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih. Kami ingin turut memastikan koperasi mampu berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Laelia kepada Humas UMY, Jumat (24/7).

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan program nasional yang diarahkan untuk memperkuat koperasi sebagai lembaga ekonomi lokal. Pelaksanaannya dilakukan melalui pendirian koperasi baru, pengembangan koperasi yang telah berjalan, maupun revitalisasi koperasi yang tidak aktif. Koperasi tersebut juga didorong untuk mengembangkan tata kelola modern dan memanfaatkan teknologi digital.

Melalui program tersebut, koperasi diharapkan dapat meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil, memperpendek rantai pasok, memperluas pemasaran produk lokal, serta meningkatkan posisi tawar petani dan pelaku UMKM.

Namun, sebagai program yang relatif baru, sejumlah koperasi di tingkat desa dan kelurahan masih membutuhkan pendampingan untuk menyesuaikan tata kelola organisasi, administrasi, model bisnis, serta pemanfaatan teknologi. Dalam konteks tersebut, keterlibatan perguruan tinggi dinilai penting untuk menjembatani kebijakan pemerintah dengan kebutuhan koperasi di lapangan.

“Pemerintah DIY mengharapkan adanya pendampingan dari perguruan tinggi. UMY menyambutnya sebagai kesempatan untuk belajar bersama atau learning by doing, membantu masyarakat memahami berbagai ketentuan baru, kemudian menerapkannya secara langsung sesuai kebutuhan masing-masing koperasi,” tambahnya.

Pendampingan Lintas Disiplin

Sejak 2025, UMY telah menerjunkan 17 dosen dari berbagai disiplin ilmu untuk mendampingi 17 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tersebar di lima kabupaten dan kota di DIY. Setiap dosen pengabdi turut didampingi oleh tiga mahasiswa dalam pelaksanaan program di lapangan.

Pendampingan dilakukan secara menyeluruh dengan mencakup penguatan manajemen organisasi, pengelolaan keuangan, penyusunan model usaha, pemasaran, digitalisasi layanan, hingga edukasi kesehatan bagi pengurus dan anggota koperasi.

Laelia menjelaskan bahwa setiap koperasi memiliki karakteristik dan tingkat perkembangan yang berbeda. Oleh karena itu, bentuk pendampingan tidak dapat diseragamkan, tetapi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.

“Setiap koperasi memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang sudah berkembang dan hanya memerlukan sedikit penyempurnaan, tetapi ada pula yang masih membutuhkan pendampingan intensif. Dosen kami turun langsung untuk memberikan pendampingan, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan terkait kebutuhan fasilitas dan pengembangan program,” ungkapnya.

Program pendampingan tersebut dibangun melalui kerja sama antara UMY dan Pemerintah Daerah DIY. Kolaborasi diawali dengan nota kesepahaman yang kemudian ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama serta pelaksanaan kegiatan pengabdian di lapangan.

Melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dari berbagai bidang, pendampingan diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian persoalan administratif. Program juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengurus, membangun model bisnis yang berkelanjutan, serta meningkatkan kemampuan koperasi dalam mengembangkan produk dan menjangkau pasar.

Targetkan Keterlibatan 30 Dosen

Penghargaan dari Dinkop UKM DIY menjadi motivasi bagi DRP UMY untuk memperluas program pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan ekonomi. Laelia mengatakan UMY berencana menambah jumlah dosen dalam program pendampingan berikutnya dengan target mencapai 30 orang.

Dosen yang akan dilibatkan terutama berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat aspek kelembagaan, tata kelola, administrasi, keuangan, pemasaran, serta pengembangan model usaha koperasi.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinkop UKM DIY karena kebutuhan pendampingan masih sangat tinggi. Jumlah Koperasi Merah Putih di Yogyakarta mencapai ratusan sehingga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak,” jelas Laelia.

Menurutnya, program tersebut sekaligus menegaskan bahwa peran dosen tidak hanya terbatas pada pendidikan dan penelitian di lingkungan kampus. Akademisi juga memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan secara langsung dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Hal ini membuktikan bahwa dosen tidak hanya menjadi akademisi di menara gading, tetapi juga hadir sebagai pendamping yang bekerja secara langsung bersama masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, UMY melanjutkan pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Perbaikan tata kelola, peningkatan mutu dan kemasan produk, pemanfaatan teknologi digital, serta pemendekan rantai pemasaran diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memperkuat perlindungan bagi produsen dan konsumen. (LSI)

 

 

Sumber : humas umy

 

Berita Terkait

Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan, Pakar UMY: Harus Tepat Sasaran
UMY Gelar Scopus Class, 85 Dosen Siapkan 110 Artikel untuk Jurnal Internasional
Kemendikdasmen Petakan Sekolah Minim Murid, Pengamat UMY Ingatkan Hak Akses Pendidikan
Sekolah Negeri Kekurangan Murid, Pakar UMY: Mutu dan Distribusi Harus Dievaluasi
Pakar UMY: Ada Resiko Kemiskinan Baru yang Diciptakan Digitalisasi Bansos
Digitalisasi Bansos Diterapkan di 43 Daerah, Pakar UMY Ingatkan Akurasi Data
Tarif Naturalisasi Rp75 Juta Berlaku 1 Agustus, Pakar UMY Minta Kebijakan Dievaluasi Berkala
63,8 Persen Dokter Spesialis Jantung Terpusat di Jawa, Pakar UMY Soroti Pemerataan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:13 WIB

Dampingi Koperasi Merah Putih, UMY Raih Penghargaan dari Dinkop UKM DIY

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:14 WIB

Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan, Pakar UMY: Harus Tepat Sasaran

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:21 WIB

UMY Gelar Scopus Class, 85 Dosen Siapkan 110 Artikel untuk Jurnal Internasional

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:54 WIB

Kemendikdasmen Petakan Sekolah Minim Murid, Pengamat UMY Ingatkan Hak Akses Pendidikan

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:00 WIB

Sekolah Negeri Kekurangan Murid, Pakar UMY: Mutu dan Distribusi Harus Dievaluasi

Berita Terbaru