Indonesia Akan Gelar Pertemuan Imam Besar Dunia Bulan Depan

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Humas Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Humas Kemenag)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Pemerintah Indonesia terus memperkuat posisinya di panggung keagamaan internasional. Bulan depan, Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Asosiasi Imam Besar yang bakal mempertemukan para ulama terkemuka dari berbagai belahan dunia.

Rencana strategis ini dipaparkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menerima kunjungan Asisten Menteri Luar Negeri Australia, Matt Thistlethwaite, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Presiden Australian National Imams Council (ANIC) Shady Alsuleiman dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier.

“Insya Allah, bulan depan kami akan menyelenggarakan Konferensi Internasional Asosiasi Imam Besar. Konferensi tersebut akan dihadiri oleh banyak ulama terkemuka dunia, termasuk Imam Besar Masjidil Haram, Syekh Sudais, yang dijadwalkan menjadi pembicara utama,” ujar Menag Nasaruddin Umar, dikutip dari laman Kemenag.

Menag yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal ini menjelaskan bahwa forum dunia tersebut membawa misi penting. Salah satunya adalah membangun fondasi kerja sama global dalam membentengi masyarakat dunia dari ancaman radikalisme melalui pendekatan keilmuan dan dialog.

“Salah satu tujuan penyelnggaraan konferensi internasional yang akan kami adakan adalah membangun kerja sama global untuk mencegah berkembangnya radikalisme melalui pendekatan keilmuan, dialog, dan metodologi yang telah kami kembangkan di Indonesia,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, Menag Nasaruddin sempat menunjukkan sebuah lukisan yang mengabadikan momen kebersamaannya dengan Paus Fransiskus kepada Matt Thistlethwaite. Ia menegaskan, pengalaman Indonesia dalam mengembangkan moderasi beragama kini kian menjadi rujukan global.

“Kami membangun cara pandang keislaman yang moderat. Banyak negara mengundang kami untuk berbagi pengalaman karena kami memiliki metodologi khusus dalam menjelaskan Islam dengan perspektif yang modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya,” ungkap Menag.

Perkuat Hubungan Akademik dan Keagamaan RI-Australia
Selain membahas rencana konferensi akbar, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Australia, khususnya di sektor pendidikan tinggi dan moderasi beragama.

“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas di Australia. Mudah-mudahan mulai tahun depan kolaborasi tersebut dapat direalisasikan. Australia adalah negara tetangga kami, sehingga hubungan akademik maupun keagamaan perlu terus diperkuat,” kata Menag.

Gayung bersambut, Asisten Menteri Luar Negeri Australia Matt Thistlethwaite menyambut baik kerja sama ini. Matt menilai, penguatan hubungan di bidang pendidikan tinggi dan moderasi beragama memiliki esensi mendalam dalam merekatkan kemitraan kedua negara.

“Saat ini terdapat sekitar 25.000 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Australia, sehingga mereka juga menjalankan kehidupan beragama sebagai bagian dari komunitas kami. Mereka menjadi bagian penting dari hubungan people-to-people antara kedua negara,” jelas Matt.

Matt juga memuji kontribusi besar komunitas muslim di Australia dalam merawat harmoni dan keberagaman. Sebagai pejabat negara, Matt mengaku rutin menghadiri agenda keagamaan muslim di Australia bersama tokoh-tokoh yang dihormati seperti Presiden ANIC Shady Alsuleiman (Imam Shady).

“Saya secara rutin menghadiri berbagai kegiatan bersama komunitas Muslim, mulai dari acara Ramadan, buka puasa bersama (iftar), hingga perayaan Idulfitri. Mereka juga menjalankan peran yang sangat penting dalam menumbuhkan sikap saling menghormati, menerima perbedaan, dan mempererat persahabatan di tengah masyarakat Australia,” lanjutnya.

Di akhir pertemuan, Matt menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menag Nasaruddin Umar atas komitmen persahabatan yang terus diulurkan oleh Indonesia.

“Anda telah mengulurkan tangan persahabatan kepada Australia. Kami menerimanya dengan penuh rasa hormat dan berharap dapat terus bekerja sama dengan Anda di masa mendatang,” tutup Matt. (ihd)

Berita Terkait

Realisasi Tambahan TKD Rp144,67 Miliar di Solok Jadi Fokus Pengawalan Satgas PRR
Mendagri Tito Karnavian: Pencegahan Korupsi di Daerah Harus Bertumpu pada Sistem dan Integritas
Wiyagus: DPRD Harus Kawal APBD Berbasis Kinerja dan Hasil yang Terukur
Rapat Komisi II DPR, Mendagri Ungkap Efisiensi Tak Hambat Kinerja Anggaran Kemendagri
Wamendagri Wiyagus: Kepala Daerah Harus Membangun Kemitraan Strategis untuk Percepatan Pembangunan
Wamendagri Bima Arya Tekankan Kolaborasi dan Pertukaran Gagasan sebagai Kunci Kemajuan Daerah
Bertemu Presiden Singapura, Menag Beberkan Moderasi Beragama di Indonesia
Sekjen Kemendagri: KTP Luar Daerah Kini Bisa Nikmati Subsidi Perumahan

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:41 WIB

Realisasi Tambahan TKD Rp144,67 Miliar di Solok Jadi Fokus Pengawalan Satgas PRR

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:35 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Pencegahan Korupsi di Daerah Harus Bertumpu pada Sistem dan Integritas

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:31 WIB

Wiyagus: DPRD Harus Kawal APBD Berbasis Kinerja dan Hasil yang Terukur

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:26 WIB

Indonesia Akan Gelar Pertemuan Imam Besar Dunia Bulan Depan

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:06 WIB

Wamendagri Wiyagus: Kepala Daerah Harus Membangun Kemitraan Strategis untuk Percepatan Pembangunan

Berita Terbaru