Geopix Minta Pengelola Bertanggung Jawab atas Kematian Gajah Indro yang Berulang

Rabu, 1 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎JOGJA – Kematian Indro, gajah sumatera jinak yang tergabung dalam Flying Squad di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, memicu sorotan tajam dari Geopix.

Organisasi tersebut mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem perawatan gajah jinak setelah Indro dinyatakan mati pada Senin (29/6/2026) usai menjalani penanganan medis akibat komplikasi kesehatan saat memasuki fase musth atau puncak hormonal pada gajah jantan.

Menurut keterangan resmi Balai Taman Nasional Tesso Nilo, kondisi Indro memburuk setelah menjalani tindakan pembiusan medis pada 24 Juni 2026.

Nafsu makan dan minumnya menurun drastis hingga akhirnya mengalami perubahan kondisi secara mendadak pada dini hari.

Kematian Indro juga terjadi hanya delapan hari setelah kematian Indra, gajah jantan lain di Taman Nasional Way Kambas. Rentetan peristiwa ini dinilai menjadi pukulan serius bagi upaya konservasi gajah sumatera di Indonesia.

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, mengaku sangat prihatin atas peristiwa tersebut.

“Geopix menyampaikan keprihatinan mendalam atas kematian Indro. Kehilangan ini harus menjadi peringatan keras bahwa ada permasalahan mendasar yang harus segera dievaluasi dan diperbaiki dalam pengelolaan serta pemanfaatan gajah pada fasilitas konservasi,” tegas Annisa, Selasa (30/6/2026) malam.

Ia menambahkan, penggunaan gajah jinak dalam mitigasi konflik manusia dan gajah harus mengutamakan kesejahteraan satwa.

Geopix pun mendesak Kementerian Kehutanan bersama seluruh pihak terkait untuk membuka hasil evaluasi kematian Indro secara transparan kepada publik.

“Kami meminta audit menyeluruh terhadap seluruh gajah jinak yang digunakan dalam program Flying Squad, patroli, edukasi, maupun mitigasi konflik,” ujar Annisa.

Menurutnya, audit harus mencakup kesehatan, usia, beban kerja, sistem pakan, fasilitas kandang, protokol penanganan kondisi khusus seperti musth dan cedera, standar pembiusan, kesiapan tenaga medis, hingga rencana pensiun bagi gajah lanjut usia.

Lebih lanjut, Geopix menilai masa depan konservasi gajah sumatera tidak boleh hanya bertumpu pada penanganan konflik manusia dan satwa.

“Konservasi harus dimulai dari penyelamatan habitat, pemulihan koridor jelajah, penghentian perusakan kawasan, penegakan hukum terhadap jerat dan perburuan, serta mengurangi tekanan terhadap ruang hidup gajah,” kata Annisa.

Ia menegaskan bahwa setiap kematian individu gajah merupakan kehilangan besar bagi kelangsungan spesies yang populasinya terus terancam.

Annisa juga mengingatkan bahwa gajah jinak bukan sekadar alat pendukung konservasi.

“Gajah-gajah jinak bukanlah alat kerja konservasi. Mereka adalah individu satwa dilindungi yang memiliki kebutuhan biologis, psikologis, sosial, dan ekologis yang kompleks,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan, “Tempat terbaik Gajah Sumatera adalah di alam liarnya. Tugas kita memastikan selalu ada ruang terbaik bagi Gajah Sumatera untuk hidup sejahtera di rumahnya sendiri.”(WAW)

Berita Terkait

UMKM Sleman Digenjot Masuk Era Digital, PDI Perjuangan Hadirkan Pelatihan Marketing Modern
Bangun Empati Sosial, Mahasiswa UNY Ikut Gerakan Berbagi Nasi Bersama Komunitas Peduli
Operasi SAR Berhasil, Korban Bocah Tenggelam Saat Memancing Berhasil Dievakuasi
Kepulangan Jamaah Haji Disambut Paku Alam X, Diminta Menebar Nilai-Nilai Kebaikan
Kolaborasi Danrem Pamungkas dan BNI Diperkuat untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Libur MBG Berdampak Positif, Pasar Imogiri Ramai dan Harga Pangan Lebih Terjangkau
Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta Tetapkan Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Penyalahgunaan Tanah Kas Kalurahan Condongcatur
MES DIY Gandeng KADIN DIY, Jogja Halal Festival #3 Jadi Motor Penguatan Ekonomi Syariah

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:52 WIB

Geopix Minta Pengelola Bertanggung Jawab atas Kematian Gajah Indro yang Berulang

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:17 WIB

UMKM Sleman Digenjot Masuk Era Digital, PDI Perjuangan Hadirkan Pelatihan Marketing Modern

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:03 WIB

Bangun Empati Sosial, Mahasiswa UNY Ikut Gerakan Berbagi Nasi Bersama Komunitas Peduli

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:49 WIB

Operasi SAR Berhasil, Korban Bocah Tenggelam Saat Memancing Berhasil Dievakuasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:27 WIB

Kepulangan Jamaah Haji Disambut Paku Alam X, Diminta Menebar Nilai-Nilai Kebaikan

Berita Terbaru