Pameran Foto Palestina di UMY Hadirkan Kesaksian Langsung Jurnalis dari Gaza

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pameran foto “Palestine Through the Lens” di UMY karya Jurnalis Gaza dan Australia

Pameran foto “Palestine Through the Lens” di UMY karya Jurnalis Gaza dan Australia

JENDELANUSANTARA.COM, Deretan foto yang memenuhi ruang pamer lantai dasar Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bukan sekadar karya fotografi. Setiap bingkai menjadi saksi bisu atas penderitaan warga Gaza yang selama bertahun-tahun hidup di tengah perang dan krisis kemanusiaan.

Melalui Photo Exhibition bertajuk “Palestine Through the Lens”, UMY menghadirkan karya dua jurnalis internasional, yakni fotografer Palestina Mohammed Asad dan jurnalis asal Australia Zoe Reynold, Senin (29/06/2026). Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian publik terhadap kondisi nyata di Palestina.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Filosa Gita Sukmono, S.I.Kom., M.A., mengatakan bahwa foto memiliki kekuatan untuk menghadirkan realitas yang sering kali tidak mampu dijelaskan melalui kata-kata.

“Melalui foto-foto ini kita diajak melihat langsung berbagai peristiwa yang terjadi di Palestina. Harapannya, sensitivitas kemanusiaan masyarakat terus terbangun sehingga isu Palestina tidak pernah hilang dari perhatian dunia,” ujarnya.

Menurut Filosa, karya yang dipamerkan berasal dari dua perspektif berbeda. Zoe Reynold mendokumentasikan situasi di kawasan perbatasan Mesir-Palestina, sedangkan Mohammed Asad merupakan fotografer yang bekerja langsung di wilayah konflik Gaza.

“Foto-foto Mohammed Asad benar-benar menggambarkan kondisi nyata di lapangan karena beliau berada langsung di tengah konflik,” katanya.

Bagi Mohammed Asad, setiap foto yang dipajang merupakan bagian kecil dari tragedi yang jauh lebih besar. Ia mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua tahun terakhir, para jurnalis di Gaza bekerja dalam situasi yang sangat berbahaya. Kantor media dihancurkan, kendaraan dibom, bahan bakar diblokade, jaringan internet diputus, bahkan lebih dari 263 jurnalis dilaporkan meninggal dunia. Meski demikian, para jurnalis tetap berusaha mengabadikan setiap peristiwa agar dunia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

“Kami berjalan jauh hanya dengan membawa telepon genggam untuk mendokumentasikan kenyataan di sekitar kami. Tolong terus dukung kami agar Palestina tidak dilupakan,” ujarnya.

Sementara itu, Zoe Reynold mengungkapkan tantangan lain yang ia hadapi ketika mencoba mengolah dokumentasi konflik menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Menurutnya, beberapa sistem AI justru menolak menghasilkan visual yang menggambarkan kekerasan terhadap warga Palestina.

“Ini menjadi ironi ketika teknologi yang seharusnya netral justru tidak mampu merepresentasikan kenyataan yang terjadi di lapangan secara objektif,” ungkapnya.

Filosa menilai bahwa pameran foto tersebut bukan sekadar menghadirkan karya jurnalistik, tetapi juga menjadi bentuk advokasi kemanusiaan.

“Foto-foto ini diharapkan mampu menggugah hati setiap pengunjung. Kita mungkin tidak bisa hadir langsung di Palestina, tetapi kita bisa terus menyuarakan kemerdekaan mereka melalui karya, pemikiran, dan solidaritas kemanusiaan,” tuturnya.

Melalui lensa kamera, penderitaan yang selama ini hanya hadir sebagai angka statistik berubah menjadi wajah-wajah manusia, keluarga yang kehilangan tempat tinggal, anak-anak yang hidup di tengah reruntuhan, hingga jurnalis yang mempertaruhkan nyawa demi memastikan dunia tidak kehilangan fakta.

Bagi UMY, pameran ini menjadi pengingat bahwa fotografi bukan hanya tentang estetika, melainkan juga medium untuk menjaga ingatan kolektif dan menyuarakan keadilan bagi mereka yang suaranya berusaha dibungkam.

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif
Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan
Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung
PUSDHAM UMY Resmi Layangkan Amicus Curiae Perkara PHPU Pilpres 2024 ke MK
Pelunasan BLBI Selesai, Ekonom UMY Ingatkan Risiko Ketergantungan pada Surplus BI
Ekonom UMY Bedah Mekanisme Surplus Bank Indonesia di Balik Pelunasan Utang BLBI

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:18 WIB

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi

Rabu, 30 September 2026 - 12:31 WIB

Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang

Rabu, 30 September 2026 - 11:39 WIB

Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Rabu, 30 September 2026 - 11:32 WIB

Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan

Rabu, 30 September 2026 - 09:13 WIB

Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung

Berita Terbaru

Bekasi

ASN Ikut Ramaikan GEBRAK PASAR di Pasar Baru Bekasi

Jumat, 2 Okt 2026 - 18:05 WIB