UMY Gelar Palestine Through the Lens, Satukan Akademisi, Jurnalis, dan Aktivis untuk Menjaga Suara Palestina

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Talkshow and Photo Exhibition bertajuk “Palestine Through the Lens

Kegiatan Talkshow and Photo Exhibition bertajuk “Palestine Through the Lens

JENDELANUSANTARA.COM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung perjuangan kemanusiaan bagi Palestina melalui penyelenggaraan Talkshow and Photo Exhibition bertajuk “Palestine Through the Lens”, Senin (29/06/2026), di Amphiteater Gedung Pascasarjana UMY. Di hadapan para mahasiswa, kegiatan ini menghadirkan akademisi, jurnalis internasional, fotografer perang, hingga aktivis kemanusiaan sebagai ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa perjuangan rakyat Palestina belum berakhir.

Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi Program Doktor dan Magister Hubungan Internasional, Program Studi Ilmu Komunikasi, dan Komunitas Fotka (Fotografi Komunikasi). Dalam sambutannya, Wakil Dekan II Bidang Sumber Daya dan AIK Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UMY, Dr. Sugeng Riyanto, S.IP., M.Si., mengatakan bahwa konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung hampir delapan dekade merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak boleh dilupakan oleh masyarakat dunia.

“Semua bentuk kejahatan kemanusiaan seolah telah terjadi di Palestina, mulai dari penyiksaan, penculikan, pembunuhan hingga genosida. Karena itu perjuangan membela Palestina harus terus disuarakan,” ujarnya.

Menurut Sugeng, lahirnya Muhammadiyah Palestine Study Center di UMY menjadi bentuk nyata komitmen Muhammadiyah dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui jalur pendidikan, diplomasi, dan kemanusiaan.

“Indonesia selama ini memiliki posisi yang kuat dalam mendukung Palestina. Namun perjuangan ini tidak boleh bergantung pada situasi politik semata. Kesadaran masyarakat harus terus dipelihara melalui berbagai ruang edukasi seperti ini,” tambahnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMY, Dr. Filosa Gita Sukmono, S.I.Kom., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan diskusi, tetapi juga menjadi media untuk membangun sensitivitas publik terhadap tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung.

“Kami ingin masyarakat melihat Palestina dari sudut pandang yang lebih manusiawi. Jangan sampai isu ini hilang dari perhatian dunia. Foto-foto yang ditampilkan diharapkan mampu menggugah hati agar masyarakat ikut menyuarakan kemerdekaan Palestina,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan tersebut juga selaras dengan sikap Muhammadiyah dan UMY yang selama ini secara konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina.

“Kita tidak cukup hanya menyatakan sikap, tetapi juga perlu melakukan aksi nyata. Bisa melalui karya, pemikiran, pendidikan, maupun ruang-ruang diskusi seperti ini,” katanya.

Dalam kegiatan talkshow tersebut, fotografer Palestina Mohammed Asad mengungkapkan beratnya perjuangan jurnalis di Gaza yang tetap mendokumentasikan konflik meski menghadapi hancurnya kantor media, pemutusan internet, hingga ancaman keselamatan, demi menjaga agar suara Palestina tidak dilupakan. Tantangan ini diperparah oleh bias teknologi kecerdasan buatan (AI) yang disoroti oleh jurnalis Australia Zoe Reynold, di mana sistem AI kedapatan menolak menghasilkan visual terkait tragedi kemanusiaan di sana.

Di sisi lain, aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi menegaskan bahwa meskipun misi kemanusiaan laut yang diikutinya gagal mencapai Gaza akibat intersepsi militer Israel, semangat solidaritas masyarakat sipil global tetap krusial dalam menjaga perhatian dunia.

Sementara itu, dosen Hubungan Internasional UMY Dr. Ahmad Sahide, S.IP., M.A., menilai bahwa tekanan masyarakat sipil internasional semakin penting dalam memengaruhi kebijakan negara-negara besar terhadap konflik Palestina. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mempertahankan dukungan moral maupun kemanusiaan terhadap Palestina melalui berbagai bentuk aksi damai, edukasi, serta diplomasi publik.

Melalui kegiatan ini, UMY berharap solidaritas terhadap Palestina tidak berhenti pada empati sesaat, tetapi berkembang menjadi kesadaran kolektif yang terus hidup melalui pendidikan, karya, dan aksi kemanusiaan.

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi
Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang
Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif
Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan
Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung
PUSDHAM UMY Resmi Layangkan Amicus Curiae Perkara PHPU Pilpres 2024 ke MK
Pelunasan BLBI Selesai, Ekonom UMY Ingatkan Risiko Ketergantungan pada Surplus BI
Ekonom UMY Bedah Mekanisme Surplus Bank Indonesia di Balik Pelunasan Utang BLBI

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 13:18 WIB

Student Fair 2026, UMY Dorong Mahasiswa Bangun Jejaring dan Kembangkan Potensi

Rabu, 30 September 2026 - 12:31 WIB

Wacana Parliamentary Threshold Naik 5 Persen, Akademisi UMY Soroti Risiko Suara Pemilih Terbuang

Rabu, 30 September 2026 - 11:39 WIB

Pengawasan Kepala Daerah Dinilai Belum Seimbang di Tengah Dominasi Eksekutif

Rabu, 30 September 2026 - 11:32 WIB

Dua Kepala Daerah Jadi Tersangka Dugaan Korupsi, Pakar UMY Soroti Titik Rawan Kewenangan

Rabu, 30 September 2026 - 09:13 WIB

Habis Karhutla Terbitlah Sawit, Pakar UMY Ingatkan Risiko Alih Fungsi Kawasan Lindung

Berita Terbaru

Bekasi

ASN Ikut Ramaikan GEBRAK PASAR di Pasar Baru Bekasi

Jumat, 2 Okt 2026 - 18:05 WIB