Warga Bergerak, Diskusi Njeron Beteng Bahas Penanganan Kemacetan Jogja

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎Jogja – Jogja kembali menyoroti persoalan kemacetan, khususnya di kawasan Njeron Beteng yang kian padat setiap harinya. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk mencari solusi bersama melalui forum diskusi terbuka.

“Kepadatan arus lalu lintas ini harus segera direspons secara serius,” ungkap panitia kegiatan.

Diskusi lalu lintas Njeron Beteng digelar atas inisiatif pemerhati sosial berlalu lintas, Stevie S Wibowo, Kamis (18/6/2026) di Joglo Resto Njeron Beteng.

Forum ini mempertemukan masyarakat, pemerhati transportasi, hingga pemangku kebijakan guna membahas persoalan yang semakin kompleks.

“Menyikapi perkembangan perekonomian kota yang diiringi semakin padatnya arus lalu lintas di Kota Yogyakarta, khususnya wilayah Njeron Beteng, diperlukan langkah nyata,” tegas Stevie.

Ia menilai, diskusi ini bukan sekadar forum seremonial, melainkan wadah mencari solusi konkret.

Acara tersebut turut menghadirkan GKR Condrokirono serta perwakilan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

Kehadiran para pemangku kepentingan diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang efektif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Angkutan Jalan dan Bimbingan Keselamatan Dishub Kota Yogyakarta, Harry Purwanto, menjelaskan pihaknya telah menerapkan kebijakan satu arah di Jalan Taman Sari.

“Mengingat ramai dan padatnya arus lalu lintas di Jalan Taman Sari, kami memberlakukan satu arah untuk kendaraan roda empat demi kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Menurut Harry, perubahan arus tersebut dilakukan karena ruas jalan menuju kawasan wisata Taman Sari tergolong sempit dan sering mengalami kepadatan.

“Kami berharap, dengan lalu lintas yang lebih lancar, wisatawan menjadi lebih nyaman saat berkunjung,” katanya.

Ia menambahkan, ketersediaan ruang parkir juga akan lebih tertata.
‎Dishub juga memfokuskan rekayasa arus di sisi timur Njeron Beteng sebagai upaya jangka panjang.

“Warga harus ikut bergerak dan mendukung perubahan ini,” ujar Harry.

Selain mengurai kemacetan, rekayasa lalu lintas ini juga diharapkan mampu mendorong promosi kawasan wisata Njeron Beteng hingga sentra kuliner Gudeg di Wijilan agar semakin ramai dikunjungi wisatawan.(WAW)

Berita Terkait

Lewat KKI, Sleman Perkuat Pelestarian Kebaya dan Industri Kreatif Berbasis Budaya
Nahas, Pencari Kayu Bakar di Gunungkidul Ditemukan Tewas di Dasar Luweng
Anggota Intel Sempat Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY Sampaikan Fakta di Baliknya
Perkuat Barisan, PDIP Yogyakarta Matangkan Ideologi dan Konsolidasi Kader
Mahasiswa Kepung Titik Nol, Kritik Keras Kebijakan dan Maraknya Korupsi Nasional
Transformasi Berbuah Hasil, SD Muhammadiyah Komplek Kolombo Catat Kebangkitan Menjanjikan
Mahasiswa Yogyakarta Layangkan Gugatan Moral, Kinerja Prabowo-Gibran Jadi Sorotan
UWM Yogyakarta Torehkan Akreditasi Unggul, Siap Cetak SDM Adaptif di Era Digital

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:29 WIB

Lewat KKI, Sleman Perkuat Pelestarian Kebaya dan Industri Kreatif Berbasis Budaya

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:23 WIB

Warga Bergerak, Diskusi Njeron Beteng Bahas Penanganan Kemacetan Jogja

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:17 WIB

Nahas, Pencari Kayu Bakar di Gunungkidul Ditemukan Tewas di Dasar Luweng

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:58 WIB

Anggota Intel Sempat Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY Sampaikan Fakta di Baliknya

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:52 WIB

Perkuat Barisan, PDIP Yogyakarta Matangkan Ideologi dan Konsolidasi Kader

Berita Terbaru