Teuku Riefky Harsya: Java Jazz Bukan Sekadar Konser, Tapi Penguat Ekosistem Ekraf

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Tangerang, 30 Mei 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memuji International Java Jazz Festival 2026 sebagai ruang kolaborasi yang apik bagi para pelaku ekonomi kreatif. Menteri Ekraf menilai Java Jazz Festival sebagai paket lengkap penyelenggaraan musik yang terus berkembang.

“Java Jazz menunjukkan bahwa sebuah festival tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik berkualitas, tetapi juga menjadi ruang bagi banyak pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui karya serta produk yang mereka hadirkan,” ujar Menteri Ekraf saat menghadiri International Java Jazz Festival 2026 di Nice PIK 2, Tangerang, Sabtu (30/5).

Dalam kunjungannya, Menteri Ekraf menyaksikan penampilan musisi Indonesia dan meninjau sejumlah booth kuliner yang ramai dikunjungi pengunjung. Ekosistem Java Jazz Festival disebut telah menaungi para pelaku ekraf dari berbagai subsektor.

International Java Jazz Festival yang diselenggarakan oleh Java Festival Production telah menjadi salah satu festival musik terbesar di Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2005. Selama lebih dari dua dekade, festival ini konsisten menghadirkan musisi dari dalam dan luar negeri serta menjadi bagian penting dalam perkembangan industri musik nasional.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia semakin dipercaya menjadi tuan rumah berbagai festival dan pertunjukan berskala internasional. Kondisi tersebut mencerminkan berkembangnya kapasitas industri kreatif nasional, mulai dari penyelenggara acara, tenaga kreatif, infrastruktur pendukung, hingga pelaku usaha yang terlibat dalam rantai penyelenggaraan kegiatan.

“Ketika ribuan orang hadir dalam sebuah festival, yang bergerak bukan hanya industri musik. Ada perputaran ekonomi yang dirasakan oleh banyak sektor sekaligus, mulai dari kuliner, transportasi, akomodasi, hingga jasa kreatif. Karena itu, festival seperti Java Jazz memiliki kontribusi penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia,” tambah Menteri Ekraf.

International Java Jazz Festival 2026 berlangsung pada 29–31 Mei 2026 di Nice PIK 2, Tangerang. Antusiasme pengunjung yang memadati area festival menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap pertunjukan musik sekaligus menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri musik nasional.

Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam kegiatan tersebut yaitu Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi.

Sumber : Kemenko Infra

Berita Terkait

PPNS Se-Pandeglang Diberi Pembekalan Implementasi KUHAP Nomor 20 Tahun 2025
Pemkot Cilegon Perindah Kawasan Monumen SMSI dengan Penanaman Pohon Baru
Wagub Dimyati: Kejurda Sepakbola Mini Harus Jadi Ajang Lahirkan Juara
Generasi Muda Banten Kian Melek Aksara, Angka Literasi Tembus 99,95 Persen
Wagub Dimyati Ingin Bedug Mengawali Acara Resmi sebagai Identitas Budaya
Tradisi Ngadu Bedug Jadi Identitas Banten yang Harus Terus Dijaga
Pemprov Banten Perkuat Sinergi dengan Pengelola Tol untuk Tingkatkan Infrastruktur dan Layanan
PWI Banten, SMSI, dan JBS Cilegon Salurkan Hewan Kurban kepada Wartawan dan Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:52 WIB

Teuku Riefky Harsya: Java Jazz Bukan Sekadar Konser, Tapi Penguat Ekosistem Ekraf

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:41 WIB

PPNS Se-Pandeglang Diberi Pembekalan Implementasi KUHAP Nomor 20 Tahun 2025

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:38 WIB

Pemkot Cilegon Perindah Kawasan Monumen SMSI dengan Penanaman Pohon Baru

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:28 WIB

Wagub Dimyati: Kejurda Sepakbola Mini Harus Jadi Ajang Lahirkan Juara

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:46 WIB

Generasi Muda Banten Kian Melek Aksara, Angka Literasi Tembus 99,95 Persen

Berita Terbaru