JENDELANUSANTARA.COM, Bandung— Pesan khutbah shalat Idul Adha yang berlangsung serentak di berbagai masjid dan tanah lapang di seluruh Tanah Air hari ini berpusat pada tiga nilai fundamental, yakni ketakwaan, keteladanan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail, serta penguatan kepedulian sosial.
Ibadah kurban ditegaskan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan manifestasi kepatuhan total kepada Allah SWT sekaligus media konkret untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Fath, Ustadz Wahyu Hidayat, saat memberikan khutbah Idul Adha di Kompleks Perumahan D’Amerta Residence, Lengkong, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, menekankan pentingnya ketakwaan yang hakiki sebagai fondasi utama dari ibadah kurban. Menurut dia, esensi kurban terletak pada kebersihan niat dan keikhlasan hati para pekurban.
“Daging dan darah kurban tidak akan sampai kepada Allah, kecuali ketakwaan dan keikhlasan pemberinya,” ujar Wahyu.
Di hadapan ratusan jemaah, ustadz berlatar akademisi ini menguraikan perlunya umat Islam meneladani keluarga Nabi Ibrahim AS. Kisah tersebut mengajarkan tentang keteguhan iman, ketaatan mutlak terhadap perintah Tuhan, serta keikhlasan tingkat tinggi dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan yang dinamis.
Dalam konteks kehidupan modern, ia menunjuk pentingnya umat untuk mencontoh pola pendidikan keluarga dan kesalehan sosial yang diterapkan oleh Nabi Ibrahim bersama istrinya, Siti Hajar dan Siti Sarah. Pola asuh dan komunikasi yang dibangun di dalam keluarga tersebut terbukti mampu melahirkan generasi tangguh yang diwakili oleh Nabi Ismail AS.
Sejak usia dini, lanjut Wahyu, kepada anak-anak harus ditanamkan nilai-nilai kepedulian antarsesama. Momentum Idul Adha harus menjadi daya dorong bagi keluarga muslim untuk mengikis sifat egois serta individualistis yang kerap menggejala di era digital, lalu menggantinya dengan semangat berbagi kepada yang membutuhkan.
Refleksi Nasional
Semangat penguatan sosial dan keluarga dari Bandung ini senada dengan gaung khutbah di berbagai wilayah lain di Indonesia. Di Jakarta, khutbah di Masjid Istiqlal juga menitikberatkan pada transformasi kesalehan ritual menjadi kemaslahatan sosial demi menjaga persatuan bangsa. Sementara itu, di wilayah Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, para khatib kompak menyuarakan agar Idul Adha dijadikan momentum penyucian hati dari penyakit sosial dan ego kelompok.
Melalui ibadah kurban, umat Muslim di seluruh penjuru negeri diajak untuk merefleksikan kembali bahwa kesalehan seorang hamba tidak hanya diukur dari hubungan vertikal dengan Sang Pencipta, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi nyata mereka dalam meringankan beban sesama dan membangun ketahanan moral di dalam keluarga. (ihd)