817 Ribu Jiwa di Tenda-tenda Aceh: Berlomba Bangun Akses di Tengah Cuaca

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyapa para pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (12/12/2025). (BPMI Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto (kiri) menyapa para pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (12/12/2025). (BPMI Sekretariat Presiden)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 817.742 jiwa masih mengungsi, angka yang mengingatkan betapa luasnya dampak bencana ini. Tenda-tenda yang berdiri di lapangan desa, halaman masjid, hingga teras kantor kecamatan kini menjadi rumah sementara bagi ratusan ribu keluarga dari Bireuen, Aceh Tengah, hingga kawasan pesisir timur.

Dalam keterangan yang disampaikan dari Jakarta, Jumat (12/12/2025), Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut 407 orang meninggal dunia. Selain itu, 31 orang masih belum ditemukan, tersapu arus deras atau tertimbun longsoran yang menyertai banjir. “Upaya pencarian tetap dilanjutkan meski akses ke beberapa titik masih terhambat,” ujar Abdul.

Di Balik Akses yang Terputus

Di banyak lokasi, persoalan utama bukan sekadar ketinggian air yang merusak rumah, tetapi terputusnya jembatan-jembatan penghubung. Bentang wilayah Aceh yang dikelilingi perbukitan membuat infrastruktur transportasi rentan ketika banjir besar datang. Sungai-sungai yang meluap membawa material kayu dan batu, menghantam pilar jembatan hingga runtuh.

Akibatnya, distribusi logistik terhambat, terutama ke desa-desa yang berada di balik lereng Aceh Tengah dan kawasan pedalaman Bireuen. Relawan harus memanggul karung beras dan kotak obat melintasi jalur berlumpur. Beberapa lainnya memakai sepeda motor trail, sementara tim medis berjalan kaki hingga dua jam menuju pos-pos terpencil.

“Begitu jembatan putus, waktu tempuh menuju pengungsian bisa bertambah tiga kali lipat,” kata seorang petugas lapangan BNPB yang bertugas di Bireuen.

Jembatan Darurat: Tulang Punggung Pemulihan

Untuk memulihkan akses dasar, pemerintah mengerahkan personel Yonzipur TNI, BNPB, dan teknisi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun jembatan bailey, jembatan rangka baja modular, di sejumlah titik yang lumpuh. Jembatan jenis ini dirancang menopang beban hingga 50 ton, cukup untuk kendaraan logistik, ambulans, dan armada tanggap bencana.

Di Kabupaten Bireuen, tiga jembatan dipacu siang-malam:

  • Jembatan Teupin Reudeup sepanjang 30 meter telah menembus 77 persen progres.

  • Jembatan Teupin Mane sudah mencapai 85 persen, berkat tambahan material dari Kementerian PUPR.

  • Jembatan Kutablang, jalur utama penghubung Bireuen–Lhokseumawe, baru mencapai 17,5 persen, namun menjadi prioritas karena volume kendaraan yang tinggi dan perannya sebagai jalur utama pergerakan bantuan.

Di Aceh Tengah, pembangunan Jembatan Jeurata, urat nadi penghubung Pidie–Takengon, baru memasuki tahap awal dengan progres sekitar 1 persen. Kontur pegunungan dan kondisi tanah yang labil membuat pengerjaan lebih hati-hati.

“Setiap jembatan yang tersambung kembali berarti satu koridor bantuan kembali terbuka,” kata Abdul. “Tanpa akses, operasi penanganan darurat akan tersendat.”

Warga yang Bertahan

Di balik angka-angka besar itu, ada kisah keluarga yang bertahan dengan daya seadanya. Di pengungsian Blang Rakal, Aceh Tengah, seorang guru sekolah dasar mengubah papan tripleks menjadi ruang kelas darurat bagi puluhan anak. Di Bireuen, para ibu mengorganisasi dapur umum di pelataran meunasah, memasak nasi dan sayur daun singkong untuk seribu lebih pengungsi.

Relawan medis mencatat meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) dan diare akibat kondisi sanitasi yang kurang ideal. Di sisi lain, sebagian warga mulai kembali membersihkan pekarangan rumah mereka yang tertutup lumpur setinggi betis, meski belum ada kepastian kapan listrik dan air bersih akan pulih sepenuhnya.

Berpacu dengan Cuaca

Hujan yang masih kerap turun membuat operasi pemulihan berada dalam situasi serba genting. Pembangunan jembatan darurat harus menunggu jeda hujan agar fondasi tidak tergerus, sementara relawan harus mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Meski demikian, laju pembangunan infrastruktur menunjukkan tanda-tanda kemajuan. BNPB menargetkan minimal dua jembatan utama di Bireuen dapat dilalui kendaraan logistik dalam waktu dekat. Harapannya, akses yang pulih akan mempercepat distribusi bantuan dan membuka jalan menuju rehabilitasi jangka panjang. (ihd)

Berita Terkait

Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam
Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat
Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll
Tim SAR Serahkan 25 Kantong Jenazah, Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dihentikan
Bandung Barat Darurat Bencana, 82 Korban Longsor Belum Ditemukan
Hujan Deras Rendam 45 RT dan 22 Ruas Jalan di Jakarta, Air Capai 90 Sentimeter
BPS Pastikan Pendataan Rehab-Rekon Aceh Tamiang Pascabencana Akurat
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Wilayah Maros, Bawa 11 Penumpang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 14:09 WIB

Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:44 WIB

Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:36 WIB

Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:13 WIB

Tim SAR Serahkan 25 Kantong Jenazah, Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dihentikan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 16:40 WIB

Bandung Barat Darurat Bencana, 82 Korban Longsor Belum Ditemukan

Berita Terbaru

Petugas pada Kejaksaan Agung menggiring tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dalam kegiatan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya tahun 2022–2024 di Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (KM)

HUKUM

Rekayasa HS Code Jadi Modus Penyimpangan Ekspor CPO

Selasa, 10 Feb 2026 - 23:44 WIB