77 Persen Gaza dalam Cengkeraman Militer Israel, Ribuan Warga Sipil Jadi Korban

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Istanbul — Tentara Israel kini menguasai lebih dari tiga perempat wilayah Jalur Gaza, menurut pernyataan terbaru dari Kantor Media Pemerintah Gaza, Minggu (25/5/2025). Data lapangan yang telah diverifikasi menunjukkan pasukan Israel menduduki sekitar 77 persen dari total wilayah geografis Gaza.

Penguasaan itu dilakukan melalui operasi militer darat, penempatan pasukan di kawasan permukiman sipil, serta penghalangan akses warga Palestina terhadap tanah dan tempat tinggal mereka. “Serangan brutal, tembakan intensif, dan evakuasi paksa menjadi pola dominan dalam kampanye pendudukan,” demikian pernyataan Kantor Media Gaza.

Pemerintah Gaza menyebut langkah Israel sebagai bentuk pemindahan paksa massal, pembersihan etnis, hingga genosida sistematis. “Semua dilakukan dengan dalih perang dan blokade, menyasar langsung warga sipil dan infrastruktur,” lanjut pernyataan tersebut.

Dalam keterangan resminya, Pemerintah Gaza juga menuding negara-negara pendukung Israel seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis turut bertanggung jawab atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang terjadi.

Laporan surat kabar Israel Hayom sebelumnya menyebut militer Israel menargetkan penguasaan 70–75 persen wilayah Gaza dalam waktu tiga bulan, sebagai bagian dari eskalasi operasi militer sejak Oktober 2023.

Serangan tanpa henti yang dilancarkan pasukan Israel hingga akhir Mei 2025 telah menewaskan lebih dari 53.900 warga Palestina. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.

Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Selain itu, Israel kini menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ). (ihd/anadolu)

Berita Terkait

Iran Batasi Lintasan Kapal di Selat Hormuz, Biaya Melonjak hingga Rp34 Miliar per Tanker
Negosiasi 21 Jam Iran-AS Kandas, Bayang-bayang Ketidakpercayaan Menguat
Trump Klaim Pasokan Minyak Segera Pulih, Kritik Media AS di Tengah Ketegangan Iran
Jepang Waspadai Eskalasi Militer Korea Utara, Ancaman Dinilai Kian Mendesak
PBB Ungkap Temuan Awal Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon, Libatkan Bom Rakitan
Gencatan Senjata AS–Iran Disambut PBB, Jadi Jalan Menuju Perdamaian Kawasan
PBB Ingatkan AS, Serangan terhadap Infrastruktur Iran Pelanggaran Hukum Internasional
Trump Ultimatum Iran 48 Jam, Selat Hormuz Kembali Picu Ketegangan Global

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 18:41 WIB

Iran Batasi Lintasan Kapal di Selat Hormuz, Biaya Melonjak hingga Rp34 Miliar per Tanker

Minggu, 12 April 2026 - 18:16 WIB

Negosiasi 21 Jam Iran-AS Kandas, Bayang-bayang Ketidakpercayaan Menguat

Jumat, 10 April 2026 - 19:30 WIB

Trump Klaim Pasokan Minyak Segera Pulih, Kritik Media AS di Tengah Ketegangan Iran

Jumat, 10 April 2026 - 18:33 WIB

Jepang Waspadai Eskalasi Militer Korea Utara, Ancaman Dinilai Kian Mendesak

Rabu, 8 April 2026 - 12:01 WIB

PBB Ungkap Temuan Awal Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon, Libatkan Bom Rakitan

Berita Terbaru