JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Pagi buta di Ciracas, Jakarta Timur, antrean sudah mulai memanjang di depan toko ponsel berukuran tak seberapa. Deretan sepeda motor memenuhi sisi jalan. Jaket hijau, biru, hingga oranye milik para pengemudi ojek online mendominasi suasana.
Bukan antrean pembelian gawai murah atau peluncuran telepon seluler terbaru. Seribu pengemudi ojek online datang untuk mengambil paket sembako yang dibagikan gratis dalam rangka Idul Adha 1447 Hijriah.
“Yang diprioritaskan wilayah Jakarta Timur, khususnya Ciracas dan sekitarnya. Plat nomor dengan kode huruf tertentu yang akan mendapatkan paket,” kata pemilik Toko Ponsel Lucky, Fredy, Kamis (28/5/2026).
Di halaman toko yang sederhana itu, para pengemudi mengikuti seremoni singkat sebelum menerima bantuan. Satu per satu mereka membawa pulang paket berisi beras, minyak goreng, gula, mi instan, dan teh. Tak berhenti di situ, panitia juga membagikan nasi boks serta amplop berisi uang tunai.
Jumlah penerimanya tak sedikit. Sekitar 1.000 paket disiapkan untuk pengemudi ojol dan warga sekitar toko.
Fredy mengatakan pembagian sembako baru pertama kali dilakukan perusahaannya. Pada tahun-tahun sebelumnya, perayaan Idul Adha lebih banyak diisi dengan pembagian daging kurban. Tahun ini, ia ingin menghadirkan bentuk bantuan yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
“Kami biasanya potong sapi. Tapi tahun ini ingin sesuatu yang berbeda. Kalau daging, biasanya warga juga sudah dapat dari lingkungan RT atau RW,” ujarnya.
Baginya, sembako menjadi cara sederhana untuk membantu dapur keluarga para pengemudi tetap mengepul di tengah biaya hidup yang terus meningkat. Terlebih, sebagian besar pengemudi ojol menggantungkan penghasilan harian dari order yang tak selalu pasti.
“Semoga bisa membantu sedikit kebutuhan teman-teman ojol di rumah dan menjadi berkah bersama,” kata Fredy.
Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Camat Ciracas P. Ritonga. Ia berharap aksi serupa dapat terus berlangsung karena dinilai mampu meringankan kebutuhan rumah tangga masyarakat, khususnya pengemudi ojek online yang setiap hari bekerja di jalanan.
Di tengah hiruk-pikuk kota dan persaingan bisnis yang keras, toko kecil di sudut Ciracas itu mendadak menjadi ruang berbagi. Bukan karena menjual ponsel paling canggih, melainkan karena memilih merayakan Idul Adha lewat paket sembako. (ihd)














