Wagub Jihan Nurlela: Pemprov Lampung Siap Antisipasi Lonjakan Harga Saat Ramadhan

Senin, 24 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, BANDARLAMPUNG – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah menjelang Bulan Ramadhan 2025, secara virtual, yang dipimpin Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir, di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (24/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Tomsi Tohir menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam mengendalikan harga, terutama menjelang Bulan Ramadhan 2025.
“Pemerintah berharap untuk ramadhan tahun ini betul-betul kita dapat mengendalikan harga, dan kalau bisa tidak ada kenaikan harga,” ujar Tomsi.

Ia menyoroti berbagai faktor yang dapat mempengaruhi inflasi seperti ketersediaan pasokan pangan dan distribusi barang.
“Pemerintah daerah harus proaktif dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok,” ujarnya.

Tomsi meminta Pemerintah Daerah rutin memantau harga di pasar dan segera mengambil langkah intervensi jika terjadi lonjakan siginifikan.

“Sehingga kita bisa memperkirakan pada awal ramadhan nanti, bahwa kita mampu untuk mengendalikan inflasi tahun ini. Kita berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Plh. Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa, Badan Pusat Statistik, M. Habibullah menuturkan bahwa berdasarkan historis, sebagian besar Kabupaten/Kota mengalami inflasi pada bulan Ramadhan, dengan inflasi tinggi dominan terjadi di Kabupaten/Kota diluar Pulau Sumatera dan Jawa.
“Betul, sesuai arahan Pak Sekjen ini benar-benar harus kita waspadai,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa lima Komoditas yang memberikan andil tertinggi pada Ramadhan 2024 lalu yakni telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit dan bawang putih.
“Ke lima komoditas ini harus menjadi perhatian kita bersama, harus dimonitor sesuai dengan historical data,” ujarnya.

Pada Minggu Ketiga Februari 2025, terdapat delapan provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) yakni Papua Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Papua Barat dan Sumatera Barat. “Komoditas penyumbang andil terbesar kenaikan IPH di delapan Provinsi tersebut didominasi oleh cabai merah, cabai rawit, dan beras,” ujarnya.

Turut mendampingi Wakil Gubernur Jihan Nurlela, yaitu Unsur Forkopimda Provinsi Lampung, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, dan undangan terkait lainnya. (Rian)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Jihan Nurlela Dorong Optimalisasi Sumber Daya Hadapi Ancaman Karhutla di Lampung
Pastikan Distribusi Lancar, Satpol PP Lampung dan Satgas TNI Pantau Arus Gabah di Bakauheni
Buntut Polemik Plaza Patriot, 5 Pejabat Pemkot Bekasi Dinonaktifkan
Pemprov Lampung Jaga Kelancaran Pasokan Energi, Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Gubernur Mirza Tegaskan Penanganan Kebakaran Braja Harjosari Berjalan, Api Dicegah Masuk TN Way Kambas
Usai Dikukuhkan, Perwatusi Lampung Siap Perluas Gerakan Hidup Aktif dan Sehat
Rakernas I APTISI 2026, Lampung Dorong Kampus Jadi Motor Penguatan Ekonomi Daerah
Perkuat Pembangunan Lampung, Gubernur Mirza Ajak Perguruan Tinggi Bersinergi

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Jihan Nurlela Dorong Optimalisasi Sumber Daya Hadapi Ancaman Karhutla di Lampung

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:30 WIB

Pastikan Distribusi Lancar, Satpol PP Lampung dan Satgas TNI Pantau Arus Gabah di Bakauheni

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Buntut Polemik Plaza Patriot, 5 Pejabat Pemkot Bekasi Dinonaktifkan

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:06 WIB

Pemprov Lampung Jaga Kelancaran Pasokan Energi, Penuhi Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:07 WIB

Gubernur Mirza Tegaskan Penanganan Kebakaran Braja Harjosari Berjalan, Api Dicegah Masuk TN Way Kambas

Berita Terbaru