JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Pemerintah Kabupaten Bantul memperpanjang kerja sama selama lima tahun ke depan. Kemitraan ini dibangun atas prinsip simbiosis mutualisme, dengan UMY memperoleh ruang praktik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sementara Pemkab Bantul mendapat dukungan keilmuan serta pendampingan akademik.
Direktur Direktorat Kemitraan Global dan Employability UMY Prof Rizal Yaya mengatakan, Kabupaten Bantul merupakan mitra strategis UMY dalam pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi. Selain kedekatan geografis—UMY berada di Bantul—pemerintah daerah dinilai kooperatif dan terbuka terhadap kolaborasi.
“UMY memperoleh ruang nyata untuk praktik, riset, dan pengabdian. Di sisi lain, Pemkab Bantul mendapatkan penguatan berbasis keilmuan,” ujar Rizal di Kampus UMY, Kamis (29/1/2026).
Selama ini, kolaborasi UMY dan Pemkab Bantul mencakup berbagai sektor. Di bidang kesehatan, dosen dan mahasiswa UMY terlibat dalam penguatan layanan rumah sakit dan puskesmas, sekaligus membantu menjawab keterbatasan tenaga medis. Di sektor sosial-ekonomi, UMY berkontribusi melalui penyusunan pemetaan ekonomi desa. Adapun di bidang pertanian, kerja sama menghasilkan peta kesesuaian lahan yang menjadi rujukan perencanaan kebijakan daerah.
Kemitraan tersebut juga terhubung dengan program kementerian di tingkat pusat, antara lain penanganan kemiskinan ekstrem. Program ini memerlukan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan data, akses masyarakat, serta fasilitasi pelaksanaan di lapangan.
Ketua Tim Kerja Sama Bagian Tata Pemerintahan Setda Bantul Susmawati menilai UMY sebagai mitra akademik yang strategis, terutama di tengah keterbatasan sumber daya manusia pemerintah daerah. “Kerja sama ini juga menghadirkan transfer pengetahuan, khususnya di bidang teknologi informasi dan pengembangan UMKM,” ujarnya. (Ihd)













