JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menegaskan kembali orientasi pengembangan riset yang tidak berhenti pada angka publikasi, melainkan bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen itu ditandai dengan peluncuran empat konferensi internasional yang akan digelar sepanjang Agustus 2026, sebuah langkah yang mencerminkan upaya sistematis kampus dalam memperkuat ekosistem riset dan pengabdian.
Peluncuran konferensi yang berada di bawah koordinasi Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Scopus Class dan diselenggarakan secara hybrid, Sabtu (17/1/2026) sore, dari Ruang Sidang Utama Gedung AR Fachruddin A lantai 5 serta melalui Zoom Meeting. Untuk pertama kalinya, UMY akan menggelar empat forum ilmiah internasional secara berurutan dalam satu tahun.
Empat agenda yang resmi diluncurkan itu meliputi The 10th International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI), The 4th International Conference of Community Service (ICCS), The 7th Universitas Muhammadiyah Yogyakarta–International Graduate Conference (UMY GRACE), serta Seminar Nasional Pengabdian Mahasiswa (SIBISA) ke-4. Keempatnya dirancang sebagai ruang temu gagasan antara akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai disiplin.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. Med. dr. Supriyatiningsih, Sp.OG., M.Kes., menekankan bahwa penguatan riset di UMY diarahkan pada pendekatan impactful research. Menurut dia, paradigma perguruan tinggi perlu bergerak melampaui sekadar produktivitas publikasi menuju riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan berkelanjutan.
“Riset harus menjadi bagian dari solusi. Inilah yang sejalan dengan visi UMY sebagai universitas unggul yang berkontribusi bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Keempat konferensi tersebut terbuka bagi dosen, mahasiswa, serta peneliti dari berbagai institusi, baik nasional maupun internasional. Seluruhnya akan bekerja sama dengan penerbit bereputasi yang terindeks Scopus, baik dalam bentuk prosiding maupun book series, antara lain IEEE, AIP, IOP, E3S, BIO Web of Conferences, hingga Springer Book Series.
Sebagai penguat kapasitas peneliti, DRP UMY juga menghadirkan Scopus Class dengan narasumber Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, S.T., M.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia sekaligus Kepala Penelitian Klaster Kecerdasan Buatan UI. Dalam sesi tersebut, Prof. Wisnu memaparkan strategi penulisan manuskrip sesuai standar jurnal bereputasi Scopus Q1, termasuk pemanfaatan perangkat berbasis kecerdasan buatan—seperti ChatGPT—secara etis dan efektif dalam proses publikasi ilmiah.
Kegiatan ini dihadiri pimpinan struktural UMY, para dekan, serta dosen internal. Diskusi berlangsung dinamis, ditandai dengan sesi tanya jawab yang intens dan pembagian buku dari narasumber kepada peserta terpilih.
Melalui rangkaian konferensi internasional tersebut, UMY berharap dapat mendorong lahirnya lebih banyak riset berkualitas, meningkatkan jumlah publikasi bereputasi internasional, serta memperkuat peran universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemecahan persoalan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global. (ihd)













