UMY Dorong Petani Magelang Kenali Penyebab Cacat Mutu Biji Kopi Sejak Dini

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto tim pengbadian dari UMY saat memberikan materi dan pendampingan kepada petani kopi di Grabag, Magelang

Foto tim pengbadian dari UMY saat memberikan materi dan pendampingan kepada petani kopi di Grabag, Magelang

JENDELANUSANTARA.COM, MAGELANG – Upaya meningkatkan mutu kopi rakyat tidak hanya bertumpu pada proses pascapanen, tetapi juga membutuhkan pemahaman petani sejak tahap budidaya. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan pendampingan kepada Kelompok Tani Sumber Berkah di Dusun Jogahan, Desa Citrosono, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jumat (29/5/2026).

Kegiatan ini diikuti 35 petani anggota Kelompok Tani Sumber Berkah. Fokus utama kegiatan adalah pengenalan cacat mutu biji kopi atau defect, serta faktor-faktor penyebabnya yang berkaitan dengan praktik budidaya yang dilakukan petani di kebun.

Materi disampaikan oleh Oki Wijaya, S.P., M.P., dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian UMY, bersama Raihan Ilham Fadhilah, S.P., alumni Agribisnis UMY yang juga aktif sebagai penggiat kopi di Jawa Tengah. Keduanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga mutu kopi sejak proses perawatan tanaman, pemanenan, hingga penanganan awal hasil panen.

Oki Wijaya selaku ketua pengabdian menjelaskan bahwa petani memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kopi yang dihasilkan. Menurutnya, mutu kopi tidak hanya dipengaruhi oleh proses pengolahan setelah panen, tetapi juga oleh kondisi tanaman, pemilihan buah, cara panen, serta penanganan buah kopi setelah dipetik.

“Petani merupakan aktor utama dalam menjaga mutu kopi sejak dari kebun. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi pengetahuan agar petani semakin memahami penyebab munculnya cacat mutu pada kopi dan dapat melakukan pencegahan sejak awal,” ujar Oki saat diwawancarai di UMY pada Rabu (03/06/2026).

Sementara itu, Raihan Ilham Fadhilah menjelaskan bahwa pengenalan cacat mutu biji kopi penting diberikan secara praktis agar mudah dipahami petani. Dengan mengenali ciri-ciri penurunan mutu dan penyebabnya, petani diharapkan dapat memperbaiki praktik budidaya dan penanganan panen secara bertahap sesuai dengan kondisi kebun masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, petani diajak berdiskusi mengenai berbagai faktor yang dapat menurunkan kualitas kopi, seperti pemeliharaan tanaman, kebersihan kebun, kematangan buah saat panen, serta cara penanganan hasil panen sebelum masuk ke tahap pengolahan. Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan dekat dengan pengalaman petani sehari-hari.

Ketua Kelompok Tani Sumber Berkah, Khaerodin, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pendampingan mengenai mutu kopi sangat relevan dengan kebutuhan petani, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas panen dan nilai jual kopi yang dihasilkan anggota kelompok.

Melalui kegiatan ini, UMY berharap petani kopi di Grabag, Magelang, semakin memahami pentingnya menjaga mutu kopi sejak tahap budidaya. Peningkatan kapasitas petani dalam mengenali penyebab cacat mutu diharapkan dapat mendorong hasil panen yang lebih berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi anggota Kelompok Tani Sumber Berkah.

Sumber : Humas umy

Berita Terkait

Mahasiswa UGM Edukasi Warga Pokoh Kidul Wonogiri Waspada Penipuan Digital
Harga Cabai Rawit Melonjak, Tembus Rp67.350 per Kilogram
Sambut HUT RI, Festival Sepakbola Sugiat Santoso Cup Hadir di Langkat
FJI Kecam Dugaan Konten Tukar Hafalan Al-Qur’an dengan Miras, Minta Polisi Bertindak Profesional
Bekasi Catat 83,10 Persen Pemuda Tak Merokok, Pemkot Dorong Lingkungan Sehat
Tanamkan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, AMPHIBI Gelar Penghijauan di SDN 013829 Ledong Timur
Puluhan Pelajar Wonosobo Ikuti Pembinaan Paskibra, Siap Jadi Teladan Generasi Muda
Konferensi Sungai Trawas Tuai Sorotan, Sejumlah Pihak Persoalkan Aspek Prosedural

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 09:51 WIB

Mahasiswa UGM Edukasi Warga Pokoh Kidul Wonogiri Waspada Penipuan Digital

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Harga Cabai Rawit Melonjak, Tembus Rp67.350 per Kilogram

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Sambut HUT RI, Festival Sepakbola Sugiat Santoso Cup Hadir di Langkat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:13 WIB

FJI Kecam Dugaan Konten Tukar Hafalan Al-Qur’an dengan Miras, Minta Polisi Bertindak Profesional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Bekasi Catat 83,10 Persen Pemuda Tak Merokok, Pemkot Dorong Lingkungan Sehat

Berita Terbaru