Menurut laporan tersebut, Trump menginstruksikan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus yang dipimpin AS untuk memantau pelaksanaan gencatan senjata serta menindaklanjuti setiap dugaan pelanggaran. Satgas itu akan berkantor pusat di Israel dan melibatkan sekitar 200 personel militer dan perwira AS, dengan partisipasi perwira dari Mesir, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Utusan Khusus Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff bersama menantu sang presiden, Jared Kushner, telah menyampaikan komitmen tersebut kepada kelompok perlawanan Palestina, Hamas, melalui jalur diplomasi yang difasilitasi oleh Turki, Mesir, dan Qatar. Mereka juga menegaskan bahwa Washington akan memastikan implementasi penuh atas rencana perdamaian yang diajukan Trump.
Laporan Axios menambahkan, langkah ini diambil setelah Israel sebelumnya dilaporkan melanggar kesepakatan gencatan senjata pada Maret lalu. Salah satu pejabat AS menyebutkan, tingkat ketidakpercayaan di antara pihak yang bertikai masih tinggi, sehingga pengawasan langsung dianggap perlu.
Trump, ujar pejabat itu, “ingin mengakhiri pertumpahan darah dan memastikan semua pihak menjalankan kesepakatan dengan baik.” (ihd)













