Trofi Terakhir Chelsea: Misi Menaklukkan Eropa Sepenuhnya

Rabu, 28 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Di ruang jumpa pers Stadion Tarczynski, Polandia, Enzo Maresca berbicara tenang. Wajahnya datar, seperti biasa. Isi ucapannya menyimpan ambisi besar: “Kami bisa menjadi klub pertama yang memenangkan seluruh kompetisi Eropa.” Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi Chelsea, berbobot sejarah.

Maresca, yang baru menukangi The Blues musim ini, membawa pasukannya ke final Liga Conference melawan Real Betis, Kamis (29/5/2025) dini hari WIB. Ini bukan laga biasa. Bila menang, Chelsea akan menuntaskan daftar gelar antarklub UEFA yang selama ini hanya bisa dipandangi oleh klub-klub besar lainnya. Sebelumnya, Chelsea telah merengkuh Liga Champions (2012, 2021), Liga Europa (2013, 2019), dan Piala Super UEFA (1998, 2021). Hanya Liga Conference yang belum.

Final ini juga menjadi ajang pembuktian Maresca, eks asisten Pep Guardiola yang sempat diragukan publik Stamford Bridge. Di tangannya, Chelsea pelan-pelan menata ulang ambisi Eropa setelah musim lalu terseok-seok di Liga Inggris.

“Turnamen ini penting karena inilah satu-satunya kompetisi Eropa yang kami ikuti musim ini. Dan ini bisa menjadi awal dari budaya juara yang ingin kami bangun,” ujar Maresca dalam wawancara di situs resmi klub.

Di atas kertas, Chelsea diunggulkan. Rekor pertemuan melawan Real Betis menunjukkan dominasi: tiga kemenangan dan satu kekalahan dari empat laga. Tapi sepak bola tak pernah soal statistik semata. Betis sendiri datang dengan kejutan usai menyingkirkan Fiorentina di semifinal.

Chelsea melangkah ke partai puncak usai menekuk klub Swedia, Djurgardens. Di sepanjang turnamen, para pemain muda seperti Cole Palmer, Noni Madueke, dan Malo Gusto menjadi motor permainan. Mereka tidak hanya mengejar trofi, tapi juga identitas baru Chelsea yang lebih segar dan tak terikat era-era sebelumnya.

Bagi Maresca, laga final ini adalah soal membangun fondasi. Soal menciptakan kepercayaan bahwa proyek jangka panjang Chelsea bukan sekadar jargon.

“Jika kami menang, ini bukan hanya tentang sejarah. Ini tentang membuktikan bahwa kami sedang berada di jalur yang benar,” katanya.

Final Liga Conference kali ini bukan hanya tentang satu trofi baru. Ia adalah pernyataan bahwa Chelsea belum habis—dan tengah mempersiapkan diri menjadi penguasa Eropa lagi, dari titik paling dasar. (ihd)

Berita Terkait

Jorge Martin Bangkit, Rebut Pole Position di Motegi
Tanpa Ronaldo, Portugal Pesta Gol di Kandang Denmark
Indra Syafri Puji Garuda Bertahan dengan 10 Pemain, Tapi Sistem Dipertanyakan
10 Pemain Indonesia Tahan Imbang Malaysia Tanpa Gol di GBK
63.000 Tiket Terjual, GBK Penuh, Rivalitas Indonesia-Malaysia Kembali Membara
Persija Serahkan Dugaan Diskriminasi terhadap Shin Tae-yong kepada Komdis PSSI
Gol Perdana Arlyansyah Jadi Modal Persija Menjaga Tren Kemenangan
Persija Sempurna di Tiga Laga, Shin Tae-yong Gembira, Puji Persiapan Tim

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Jorge Martin Bangkit, Rebut Pole Position di Motegi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tanpa Ronaldo, Portugal Pesta Gol di Kandang Denmark

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Indra Syafri Puji Garuda Bertahan dengan 10 Pemain, Tapi Sistem Dipertanyakan

Senin, 28 September 2026 - 22:32 WIB

10 Pemain Indonesia Tahan Imbang Malaysia Tanpa Gol di GBK

Senin, 28 September 2026 - 17:01 WIB

63.000 Tiket Terjual, GBK Penuh, Rivalitas Indonesia-Malaysia Kembali Membara

Berita Terbaru