JENDELANUSANTARA.COM, Pandeglang – Capaian realisasi investasi Kabupaten Pandeglang pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan performa positif dengan angka menembus Rp252 miliar. Perolehan tersebut melampaui ekspektasi awal pemerintah daerah dari total target tahunan yang dipatok sebesar Rp721 miliar.
Penata Kelola Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, Dhania, menjelaskan perolehan investasi pada periode Januari hingga Maret ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya tingkat kepatuhan pelaku usaha non-UMK dalam melaporkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).
”Alhamdulillah capaian realisasi investasi triwulan pertama 2026 melampaui harapan, sudah mencapai angka Rp252 miliar dari target tahunan Rp721 miliar,” ujar Dhania, Senin (5/5/ 2026).
DPMPTSP mencatat batas pengisian LKPM triwulan pertama telah resmi ditutup pada 15 April lalu dengan hasil final di angka Rp252 miliar. Angka tersebut disebut Dhania menjadi modal dasar yang sangat baik bagi pemerintah daerah untuk mengejar sisa target investasi hingga akhir tahun nanti.
DPMPTSP mencatat terdapat 523 proyek yang berjalan di triwulan pertama dengan serapan tenaga kerja mencapai 217 orang. Seluruh tenaga kerja yang terserap tersebut menurutnya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tanpa melibatkan Tenaga Kerja Asing (TKA).
Dhania menyebut peningkatan realisasi investasi ini tidak terlepas dari langkah masif instansi dalam melakukan sosialisasi mengenai kewajiban pelaporan modal secara rutin. Menurutnya para pelaku usaha kini lebih memahami pentingnya pelaporan LKPM setiap triwulan sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi penanaman modal nasional.
Keberhasilan melampaui target di awal tahun ini menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki ekosistem bisnis di Pandeglang. Dukungan kebijakan yang pro-investasi serta penyederhanaan birokrasi disebutnya menjadi faktor pendukung eksternal yang cukup signifikan.
DPMPTSP optimis pencapaian target investasi tahunan ini akan semakin menguat di lingkungan Kabupaten Pandeglang. ”Angka ini lebih meningkat dibandingkan tahun sebelumnya karena kami rutin melakukan sosialisasi mengenai kewajiban pelaporan LKPM bagi pelaku usaha,” Pungkasnya.(*)














