Skema Subsidi dan Kategori Biaya Haji di Malaysia Beda dari Indonesia: Lebih Murah?

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginan agar biaya haji di Indonesia dapat lebih murah dari Malaysia. Hal ini menjadi sorotan mengingat kedua negara sama-sama mayoritas muslim dan menerapkan sistem subsidi melalui pengelolaan dana haji.

Pada 2025, rata-rata biaya haji Indonesia ditetapkan sebesar Rp89.410.258 per jamaah. Dari jumlah itu, jamaah membayar langsung sebesar Rp55,43 juta, sedangkan sisanya ditutup dari hasil pengelolaan dana haji oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Biaya ini lebih rendah sekitar Rp4 juta dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Malaysia menerapkan skema biaya haji yang dikaitkan dengan kategori pendapatan. Warga dibagi dalam tiga kelompok, yaitu B40 (bawah), M40 (menengah), dan T20 (atas). Subsidi diberikan berbeda sesuai kemampuan ekonomi:

  • B40: Biaya haji RM 15.000 (sekitar Rp l58,31 juta) setelah subsidi

  • M40: Biaya haji RM 23.500 (sekitar Rp91,36 juta)

  • T20: Biaya penuh RM 33.300 (sekitar Rp129,46 juta)

Tanpa subsidi, biaya dasar haji di Malaysia untuk seluruh kelompok sebenarnya sama, yakni RM 33.300. Namun kelompok B40 mendapat subsidi hingga RM 18.300 atau sekitar 55 persen, sedangkan M40 menerima subsidi RM 9.800. T20 tidak menerima subsidi.

Berbeda dengan Malaysia, Indonesia tidak membedakan biaya berdasarkan tingkat ekonomi. Setiap jamaah, baik dari kelompok bawah maupun atas, membayar biaya yang sama. Namun, skema subsidi Indonesia juga bersumber dari hasil investasi dana jamaah yang masih menunggu antrean keberangkatan.

Dana haji yang dikelola Malaysia melalui lembaga Tabung Haji dan di Indonesia melalui BPKH pada prinsipnya memiliki kesamaan: keduanya menghimpun tabungan calon jamaah dan menginvestasikannya. Hasil pengelolaan tersebut digunakan untuk menutup sebagian biaya keberangkatan haji tiap tahun.

Dengan kuota 31.600 jamaah per tahun di Malaysia dan lebih dari 200.000 di Indonesia, tantangan pengelolaan subsidi tentu berbeda. Namun Prabowo menilai, efisiensi tetap memungkinkan untuk dicapai. “Kalau bisa lebih murah dari Malaysia,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Wamendagri Wiyagus: Pengelolaan SDA yang Baik Jadi Kunci Kemandirian Fiskal Daerah
El Nino Mengintai, Mendagri Instruksikan Daerah Perkuat Ketahanan dan Kesiapsiagaan
Wamendagri Bima Arya: Sistem yang Solid Menjadi Kunci Membangun Kota Tangguh Bencana
Mendagri Apresiasi Komitmen Pemkab Belu Melestarikan Desa Adat Matabesi
Mendagri Terima Dokumentasi Sejarah Atambua sebagai Jalur Penerbangan Internasional Era 1919
Pewarna Alam Dinilai Mampu Angkat Citra dan Harga Tenun TTU di Pasar Nasional
Ketum TP PKK Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan dalam Membangun Budaya Hidup Sehat
Ketum TP PKK Tegaskan Keluarga Jadi Kunci Utama Pendidikan dan Perlindungan Anak

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 18:52 WIB

Wamendagri Wiyagus: Pengelolaan SDA yang Baik Jadi Kunci Kemandirian Fiskal Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:57 WIB

El Nino Mengintai, Mendagri Instruksikan Daerah Perkuat Ketahanan dan Kesiapsiagaan

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:21 WIB

Wamendagri Bima Arya: Sistem yang Solid Menjadi Kunci Membangun Kota Tangguh Bencana

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WIB

Mendagri Apresiasi Komitmen Pemkab Belu Melestarikan Desa Adat Matabesi

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WIB

Mendagri Terima Dokumentasi Sejarah Atambua sebagai Jalur Penerbangan Internasional Era 1919

Berita Terbaru