Semangat Gotong Royong Jadi Landasan Keputusan Fiskal Pemda DIY

Sabtu, 11 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (Joke)

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto (Joke)

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta – Keputusan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk tidak menaikkan pajak daerah di tengah pemangkasan anggaran dari pusat dinilai sebagai wujud nyata semangat gotong royong antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat tanpa menghambat pembangunan.

Kebijakan ini, menurutnya, menjadi contoh politik kebersamaan yang berorientasi pada keadilan sosial.

“Meski anggaran dari pusat dipangkas, kita sepakat tidak perlu menaikkan PBB. Ini keputusan yang pro rakyat,” ujar Eko Suwanto, politisi PDI Perjuangan, dilansir dari Harian Jogja, Senin (11/10/2025).

Keputusan mempertahankan tarif pajak daerah, termasuk Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2), diambil setelah melalui dialog intensif antara DPRD DIY, Pemda DIY, dan kepala daerah di seluruh kabupaten/kota.

Menurut Eko, hal ini menegaskan komitmen kolektif untuk mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan fiskal.

Ia menambahkan, semangat gotong royong menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan pembangunan dan perlindungan ekonomi warga.

“Kita harus memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa menambah beban masyarakat. Inilah semangat Bung Karno: berdiri di atas kaki sendiri, bergotong royong untuk kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Sebagai contoh, Eko menyoroti langkah konkret Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menjalankan program bedah rumah yang kini melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Program yang sebelumnya sepenuhnya dibiayai APBD itu kini berjalan dengan dukungan perusahaan, Baznas, pengusaha, dan warga.

“Setiap minggu bisa dilakukan bedah rumah tanpa dana APBD. Ini bukti bahwa gotong royong bisa menjadi solusi atas keterbatasan anggaran,” kata Eko.

Ia berharap pola sinergi semacam ini dapat terus diperluas di seluruh wilayah DIY. “Kebijakan fiskal daerah harus berpihak pada rakyat, bukan sekadar angka dalam APBD. Dengan semangat gotong royong, kesejahteraan bersama dapat dijaga tanpa menambah beban rakyat kecil,” pungkasnya. (ihd)

Berita Terkait

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh
Perayaan Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Paduan Budaya Tionghoa dan Jawa Penuh Makna
Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Jalan Wates dan Wirobrajan Yogyakarta, Polsek Wirobrajan Turun Tangan
Beras Ilegal Masuk, Guru Besar UMY Soroti Dampaknya terhadap Harga Gabah Petani
Pakar UMY: Reformasi Batas Defisit APBN Tak Cukup Sekadar Ubah Angka
Road to DESIK 2026 Hadirkan Musik dan Ruang Ekspresi Kesehatan Mental Anak Muda
Bio Farma Ungkap Strategi Rantai Pasok Vaksin saat Darurat Kesehatan
Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS, Pakar UMY Soroti Kepercayaan Pasar

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 07:34 WIB

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh

Sabtu, 26 September 2026 - 14:12 WIB

Perayaan Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Paduan Budaya Tionghoa dan Jawa Penuh Makna

Sabtu, 26 September 2026 - 14:08 WIB

Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Jalan Wates dan Wirobrajan Yogyakarta, Polsek Wirobrajan Turun Tangan

Jumat, 25 September 2026 - 13:27 WIB

Beras Ilegal Masuk, Guru Besar UMY Soroti Dampaknya terhadap Harga Gabah Petani

Jumat, 25 September 2026 - 13:16 WIB

Pakar UMY: Reformasi Batas Defisit APBN Tak Cukup Sekadar Ubah Angka

Berita Terbaru