SBY: Masa Depan Pembangunan Berkelanjutan Ditentukan oleh Kolaborasi Semua Pihak

Selasa, 2 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta, 2 Juni 2026 – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menjadi pembicara utama dalam The 4th Proficient Conference. SBY menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab moral sekaligus strategi jangka panjang bagi masa depan umat manusia.

“Masa depan pembangunan berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tidak hanya oleh korporasi, dan tidak hanya oleh lembaga keuangan. Masa depan akan dibentuk oleh kolaborasi. Pembangunan berkelanjutan bukanlah sekadar slogan. Ia adalah tanggung jawab moral, pilihan politik, strategi ekonomi, dan investasi jangka panjang bagi masa depan umat manusia. Kita harus menghidupkan kembali semangat kolaborasi, kebersamaan, dan multilateralisme. Inilah alasan mengapa konferensi seperti Proficient 2026 menjadi sangat penting,” ujar SBY dalam forum yang berlangsung di Institut Perbanas, Jakarta, Selasa (2/6).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, yang juga menghadiri forum tersebut menekankan pentingnya kolaborasi _hexahelix_ antara pemerintah, serta akademisi untuk menciptakan inovasi yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga memiliki fondasi integritas yang kuat untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai _the new engine of growth_.

“Transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan riset, pengembangan talenta, serta kolaborasi lintas sektor. Karena itu, sinergi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci untuk menghasilkan inovasi yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Menteri Ekraf.

Forum ilmiah berskala internasional tersebut menjadi wadah pertukaran gagasan, hasil riset, serta inovasi terkini dalam bidang pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, dan ekonomi masa depan. Konferensi yang diselenggarakan di tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pendidikan, industri, keuangan, dan pemerintahan untuk membahas tantangan serta peluang pembangunan berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Mengusung tema _Integrity-Driven Innovation: Reimagining Business, Finance, and Digital Transformation for Sustainable Development_, konferensi ini bertujuan menjadi platform pertukaran gagasan, diskusi akademik, serta diseminasi hasil penelitian berkualitas tinggi yang dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Rektor Institut Perbanas, Hermanto Siregar, mengatakan tema tersebut dipilih karena transformasi global dan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui inovasi yang berlandaskan integritas. Menurut Hermanto, perkembangan teknologi dan munculnya model bisnis baru harus diimbangi dengan strategi mitigasi risiko yang memadai.

“Tema ini dipilih karena kami menyadari bahwa di tengah perubahan global yang berlangsung sangat cepat, transformasi dan kemajuan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila inovasi berakar kuat pada integritas. Sinergi inilah yang akan membentuk praktik keuangan yang lebih baik, mendorong evolusi digital, serta menjunjung tinggi standar etika dalam dunia bisnis. Inovasi tersebut pada akhirnya akan melahirkan model-model bisnis baru yang lebih adaptif. Oleh karena itu, strategi mitigasi risiko yang komprehensif harus terus dikembangkan dan diterapkan secara disiplin,” ungkapnya.

Selain Menteri Ekraf, konferensi tersebut turut dihadiri Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, ekonom Agus Martowardojo, Ketua Umum Asosiasi Bank Indonesia Hery Gunardi, jajaran pimpinan Institut Perbanas, akademisi, serta perwakilan industri dan sektor keuangan.(lsi)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Raih 100 Ribu Anggota, ABPEDNAS Siap Optimalkan Peran BPD dalam Mengawal Demokrasi Desa
Kawal Ketat Proses Seleksi, Menteri Transmigrasi Minta Rekrutmen Ekspedisi Patriot 2026 Berjalan Transparan
IDGITAF Rilis Album Kedua ‘Berusaha di Bawah Hujan’, Hadirkan Warna Country dan Kisah Jatuh Cinta yang Personal
Soegiharto Santoso Minta Perhatian Ketua MA terhadap Perkara Kasasi dan Sengketa APKOMINDO
Nahdiana Nahkodai PSTI DKI Jakarta Lagi, Targetkan Prestasi Sepak Takraw Nasional dan Internasional
SMSI dan ADI Desak Peningkatan Kesejahteraan Melalui Perjuangan Kelayakan Gaji Dosen
Gubernur Andra Soni Ajak Investor Tanamkan Modal di Provinsi Banten
Digital Leadership dalam Menghadapi Ancaman Post Truth

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:08 WIB

SBY: Masa Depan Pembangunan Berkelanjutan Ditentukan oleh Kolaborasi Semua Pihak

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:26 WIB

Raih 100 Ribu Anggota, ABPEDNAS Siap Optimalkan Peran BPD dalam Mengawal Demokrasi Desa

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:10 WIB

Kawal Ketat Proses Seleksi, Menteri Transmigrasi Minta Rekrutmen Ekspedisi Patriot 2026 Berjalan Transparan

Senin, 1 Juni 2026 - 08:15 WIB

IDGITAF Rilis Album Kedua ‘Berusaha di Bawah Hujan’, Hadirkan Warna Country dan Kisah Jatuh Cinta yang Personal

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:30 WIB

Soegiharto Santoso Minta Perhatian Ketua MA terhadap Perkara Kasasi dan Sengketa APKOMINDO

Berita Terbaru