Satgas PRR Tekankan Penguatan Tanggul Sungai sebagai Solusi Permanen Pascabanjir Tapteng

Senin, 20 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel TNI meninjau kondisi jembatan dan tanggul yang terdampak banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Personel TNI meninjau kondisi jembatan dan tanggul yang terdampak banjir di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

JENDELANUSANTARA.COM, Tapanuli Tengah – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah pada Sabtu (18/7) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Tukka. Meski genangan air telah berangsur surut dan penanganan darurat berlangsung cepat, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menilai langkah mitigasi permanen perlu segera dipersiapkan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari satu setengah jam sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Luapan sungai juga membawa sedimen yang menghambat aliran air di beberapa titik, termasuk pada akses jembatan yang menjadi penghubung aktivitas masyarakat.

Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas PRR Brigjen TNI Fadjar Tjahjono menjelaskan, penanganan darurat telah dilakukan secara cepat melalui kolaborasi pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait. Sedimen yang menumpuk di sekitar jembatan segera dibersihkan menggunakan alat berat sehingga akses masyarakat dapat kembali berfungsi.

“Langkah mitigasi yang harus kita lakukan adalah memperkuat tanggul di sepanjang aliran sungai. Sedimen yang diangkat tidak cukup hanya ditumpuk kembali, tetapi tanggul perlu diperkuat dengan batu atau bronjong sehingga saat debit air meningkat, lumpur tidak kembali masuk ke permukiman,” ujar Fadjar di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Satgas PRR kini mengonsolidasikan langkah-langkah mitigasi bersama pemerintah daerah sebagai tindak lanjut penanganan darurat. Penguatan tanggul, penataan daerah aliran sungai, serta perlindungan titik-titik rawan luapan menjadi prioritas agar penanganan tidak berhenti pada pembersihan pascabanjir, tetapi berlanjut menjadi solusi yang lebih permanen dan berkelanjutan.

Fadjar menambahkan, pemerintah telah menyediakan dukungan anggaran untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengoptimalkan pelaksanaan program mitigasi sesuai kebutuhan di lapangan sehingga risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.

Sementara itu, selama masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak di Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.

Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah juga membuka dapur umum di Aula Gereja HKBP Sipange untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 67 kepala keluarga atau sekitar 223 jiwa terdampak banjir dan sempat mengungsi sebelum kondisi berangsur membaik.(lsi)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Mendagri Tito Sampaikan Santunan Duka untuk Keluarga Korban Gempa Nangapanda
Lanjutkan Kunjungan ke Nagekeo, Mendagri Tito Sampaikan Bantuan Duka kepada Warga
Korban Gempa NTT Kehilangan Dokumen, Mendagri Siapkan Layanan Cetak Ulang Gratis
Rombongan Mendagri Tito Karnavian Distop Ibu-Ibu di Nagekeo, Ada Apa?
Aturan Tarif Ojol dalam Perpres Diperluas, Pemerintah Libatkan Aplikator dan Pengemudi
Kemenag Perkuat Pendataan Dampak Gempa NTT dan Cegah Karhutla
Mendagri Tito Fokus Pulihkan Infrastruktur dan Layanan Dasar Pascagempa Ende
Tomsi Tohir Minta TPID Aktif Pantau dan Kendalikan Harga Beras

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Mendagri Tito Sampaikan Santunan Duka untuk Keluarga Korban Gempa Nangapanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:28 WIB

Lanjutkan Kunjungan ke Nagekeo, Mendagri Tito Sampaikan Bantuan Duka kepada Warga

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Rombongan Mendagri Tito Karnavian Distop Ibu-Ibu di Nagekeo, Ada Apa?

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:53 WIB

Aturan Tarif Ojol dalam Perpres Diperluas, Pemerintah Libatkan Aplikator dan Pengemudi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Kemenag Perkuat Pendataan Dampak Gempa NTT dan Cegah Karhutla

Berita Terbaru