Refleksi Pesan Ibu Hoegeng: Menjaga Polri melalui Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si (Dosen STIK-PTIK)

JENDELANUSANTARA.COM, JAKARTA –  Pada saat kami sowan Ibu Hoegeng beberapa tahun yang lalu ada satu pesan dari beliau: “titip Polri”. Saya saat itu terkejut dan bingung. Kami tidak memahami apa pesan beliau. Kami akan bertanya tentu tidak etis. Saya spontan berkata: “Siap Ibu”. Dalam hati saya berkata kepada diri saya: “Siapakah aku ini, aku bisa apa?, mendapat pesan begitu berat dan maknanya dalam”. Waktupun berlalu kami beberapa kali melihat film wawancara kami dengan Ibu Hoegeng dan berulang kali merenungkan apa makna pesan Ibu Hoegeng. Kami-pun sering menceriterakan sekilas saat menulis tentang Pak Hoegeng.

Pada saat saya akan mengikuti misa di hari minggu pagi, di gereja St Albertus Agung Jetis, saya seperti terlintas pesan Ibu Hoegeng “Titip Polri”. Dalam do’a dan perenungan saya sebelum misa seakan saya melihat makna pesan tadi. Polri yang Ibu maksud bukan bangunan atau gedung atau jabatan, atau kewenangan melainkan nama baik dan kepercayaan masyarakat kepada Polri. Saya menjadi teringat pepatah jawa yang mengatakan: “Kelangan bondo iku ora kelangan opo-opo, kelangan nyowo iku agi kelangan separo, kelangan kapercayan kelangan sak kabehane”.

Menjaga Polri menurut saya, menjaga diri kita masing para anggota Polri, para ASN atau siapapun yang bekerja di institusi Polri termasuk para mitranya, melalui pikiran perkataan dan perbuatannya menjaga nama baik dan kepercayaan publik kepada Polri. Seakan gampang namun sejatinya sangat sulit karena ini wujud kesadaran, tanggungjawab dan disiplin. Musuh terbesar adalah diri kita sendiri. Tatkala dari diri kita mampu menjada pikiran perkataan dan perbuatan bagi nama baik dan kepercayaan publik kepada Polri, maka Polri terjaga nama baik dan kepercayaan publiknya. Dengan demikian dapat menjabarkan dan mengimplementasikan bahwa Polisi dengan pemolisiannya akan berkaitan dengan: kemanusiaan, keteraturan sosial dan peradaban.

Maturnuwun Ibu Hoegeng yang sudah memberikan pesan moral begitu dalam, nyuwun pangestunipun. (*)

 

Berita Terkait

All Stars Bersama Komunitas Gangster Dorong Kegiatan Positif untuk Generasi Muda
Pemprov Banten Siap Jalani Audit BPK, Gubernur Harapkan Hasil Terbaik
Pemerintah Dukung Special Screening Pelangi di Mars, Cerminan Sineas Eksplorasi Science Fiction
Teuku Riefky Harsya Dorong Penguatan Jenama Lokal Kuliner dan IP ke Kancah Internasional
WFH ASN dan Efisiensi Anggaran, Strategi Pemerintah Hadapi Tekanan Geopolitik Global
Audiensi Kementerian Ekraf-Folago Bahas Peluang Monetisasi Kreator
PHM Resmikan Operasional Platform WPN-7 di WK Mahakam, Produksi Gas Capai 20 MMSCFD
Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman di Tengah Ketegangan Geopolitik

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 20:10 WIB

All Stars Bersama Komunitas Gangster Dorong Kegiatan Positif untuk Generasi Muda

Kamis, 2 April 2026 - 14:50 WIB

Pemprov Banten Siap Jalani Audit BPK, Gubernur Harapkan Hasil Terbaik

Kamis, 2 April 2026 - 12:46 WIB

Pemerintah Dukung Special Screening Pelangi di Mars, Cerminan Sineas Eksplorasi Science Fiction

Kamis, 2 April 2026 - 08:12 WIB

Teuku Riefky Harsya Dorong Penguatan Jenama Lokal Kuliner dan IP ke Kancah Internasional

Rabu, 1 April 2026 - 15:26 WIB

WFH ASN dan Efisiensi Anggaran, Strategi Pemerintah Hadapi Tekanan Geopolitik Global

Berita Terbaru