Refleksi Akhir Tahun, SMSI Tegaskan Pentingnya Etika dan Kualitas Pers Digital

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat kembali menunjukkan perannya dalam penguatan ekosistem pers nasional dengan menggelar Dialog Nasional Refleksi Akhir Tahun 2025 bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Kegiatan ini berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Dialog nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, akademisi, praktisi media, pejabat negara, hingga tokoh pers nasional.

Hampir seluruh anggota Dewan Pers tampak hadir dalam forum strategis tersebut. Di antaranya Komaruddin Hidayat (Ketua), Totok Suryanto (Wakil Ketua), Muhammad Jazuli (Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers), Rosarita Niken Widiastuti (Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Organisasi), serta Dahlan Dahi (Ketua Komisi Digital dan Sustainability).

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, dalam sambutannya menekankan pentingnya kompetisi yang sehat dan peran strategis informasi dalam peradaban modern. Ia menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki waktu yang sama, yakni 24 jam, namun kreativitas dan respons terhadap situasi menjadi faktor pembeda.

“Perbedaan terletak pada bagaimana kita merespons keadaan dan bergerak dari sekadar hidup menuju solusi,” ujarnya.

Firdaus juga mengungkapkan pandangannya tentang tiga kekuatan utama yang menggerakkan dunia saat ini, yakni informasi, uang, dan energi. Menurutnya, pers nasional harus berorientasi pada peningkatan kualitas serta demokratisasi ilmu pengetahuan melalui penyampaian informasi yang benar dan bertanggung jawab.

Setelah sambutan Ketua Umum SMSI, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Dewan Pembina SMSI Pusat, Mayjen (Purn) Joko Warsito, S.Ip.

Memasuki agenda utama, Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyampaikan sambutan pembukaan yang menekankan pentingnya ide, tulisan, dan etika dalam membangun peradaban. Ia menegaskan bahwa setiap perubahan besar selalu berawal dari kekuatan gagasan.

“Semua gerakan besar dimulai dari the power of ideas. Ketika ide dituangkan menjadi informasi, lalu ditulis dan didiskusikan, itulah yang menjadi panduan bagi masyarakat pers yang maju,” tutur Komaruddin.

Ia juga mengajak insan pers untuk tidak sekadar terbawa arus persoalan, melainkan mampu mengendalikan dan menyelesaikan masalah dengan metodologi yang tepat serta berpegang teguh pada nilai-nilai dasar, seperti kebenaran, kebaikan, keindahan, kedamaian, dan kemerdekaan.

Usai pembukaan, dialog nasional dilanjutkan dengan sesi diskusi bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas tantangan dan peluang pers digital, termasuk adaptasi teknologi serta penegakan etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi.

Diskusi dipandu oleh Prof. Dr. Taufiqurachman, A.Ks., Sos., M.Si, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E (Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat), Nuzula Anggerain (Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas), Hersubeno Arief (praktisi media baru), Wahyu Dhyatmika (Ketua Umum AMSI), Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum SMSI), Aiman Witjaksono (wartawan senior), serta Dr. Ariawan, S.AP., MH., MA (Koordinator Wartawan Parlemen).

Fokus diskusi diarahkan pada upaya menjaga kualitas dan kredibilitas media, sekaligus meneguhkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi di era media baru. (*)

Berita Terkait

Harmoni Imlek Nusantara 2026 Perkuat Toleransi dan Ekonomi Kreatif di Tengah Ramadan
AJP Award 2026: Rukmana Apresiasi Ruang Kritis dan Humanis dalam Liputan Kebencanaan
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Sidak Swalayan di Jakarta Timur, Pastikan Isu Sabun Berbahan Babi Tidak Terbukti
Polda Kalimantan Selatan Gagalkan Peredaran Narkotika Senilai Rp69 Miliar, 164 Ribu Jiwa Terselamatkan
Ketua Umum Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang Soroti Dominasi Korban Perempuan dalam Kasus TPPO
Menuju Wajib Halal Oktober 2026, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Penguatan UMKM Halal Butuh Kolaborasi, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Gandeng K/L, Pemda, dan Perbankan Syariah
Revitalisasi 71 Ribu Sekolah Disiapkan, Pemerintah Bantah Pemangkasan Anggaran Pendidikan

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:09 WIB

Harmoni Imlek Nusantara 2026 Perkuat Toleransi dan Ekonomi Kreatif di Tengah Ramadan

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:45 WIB

AJP Award 2026: Rukmana Apresiasi Ruang Kritis dan Humanis dalam Liputan Kebencanaan

Jumat, 27 Februari 2026 - 18:50 WIB

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Sidak Swalayan di Jakarta Timur, Pastikan Isu Sabun Berbahan Babi Tidak Terbukti

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:06 WIB

Polda Kalimantan Selatan Gagalkan Peredaran Narkotika Senilai Rp69 Miliar, 164 Ribu Jiwa Terselamatkan

Jumat, 27 Februari 2026 - 10:33 WIB

Ketua Umum Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang Soroti Dominasi Korban Perempuan dalam Kasus TPPO

Berita Terbaru