PTPN IV PalmCo Intensifkan Pemulihan Kawasan Kritis sebagai Respons terhadap Bencana Hidrologis di Sumatera

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

default

default

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Upaya mengurangi degradasi lingkungan dan memulihkan kawasan kritis terus diperkuat PTPN IV PalmCo. Perusahaan perkebunan negara itu menggelar aksi penanaman puluhan ribu pohon yang dilakukan serentak di berbagai wilayah operasional pada 28 November 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan sekaligus respons atas bencana hidrologis yang akhir-akhir ini kerap melanda sejumlah daerah, terutama di Sumatera.

Dua tahun terakhir, PalmCo telah menanam lebih dari 26 ribu pohon di 12 provinsi. Wilayah itu mencakup Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Penanaman dilakukan di kawasan riparian, hutan, pantai, serta daerah rentan erosi guna memperkuat fungsi ekologis berbagai lanskap.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa penanaman pohon menjadi salah satu pilar utama dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan. “Upaya memperkuat tutupan vegetasi tidak hanya berdampak pada kualitas lingkungan, tetapi juga meningkatkan kemampuan daerah untuk meminimalkan risiko banjir dan longsor,” sebutnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Jatmiko menyampaikan keprihatinan atas banjir yang melanda beberapa kabupaten di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir. Menurut dia, rangkaian peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan memulihkan kawasan-kawasan kritis. “PTPN IV PalmCo menyampaikan keprihatinan kepada masyarakat terdampak. Rehabilitasi lahan dan konservasi adalah fondasi bagi lanskap perkebunan yang tangguh,” katanya.

Perkuat Kawasan Konservasi
Selain penanaman, PalmCo juga mengelola lebih dari 14.000 hektare area bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV). Wilayah tersebut menjadi habitat berbagai spesies kunci seperti owa, bekantan, dan burung enggang, serta mencakup ekosistem rawa gambut yang berfungsi sebagai penyimpan air alami. Penanaman pohon baru di sekitar kawasan HCV dan koridor ekologis dilakukan untuk memperkuat konektivitas habitat dan mencegah fragmentasi lanskap.

“Setiap pohon yang ditanam bukan sekadar simbol komitmen, tetapi investasi ekologis untuk generasi mendatang,” kata Jatmiko. Ia menegaskan bahwa program penanaman akan terus diperluas sesuai peta jalan lanskap berkelanjutan PalmCo.

Aksi tanam pohon tahun ini dirangkai dalam program PalmCo Green Movement. Jenis tanaman yang ditanam beragam, mulai dari pohon keras, tanaman buah, spesies endemik, penyerap air, hingga mangrove di kawasan pesisir. Pemilihan jenis pohon disesuaikan dengan kebutuhan ekologi masing-masing daerah, terutama yang berdekatan dengan zona penyangga kawasan konservasi.

Libatkan Masyarakat
Kegiatan penanaman dilakukan dengan melibatkan karyawan dan masyarakat di sekitar unit usaha. Budi Susilo, karyawan PTPN IV Regional VII, mengatakan bahwa kolaborasi masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program. “Keberlangsungan pohon yang ditanam sangat bergantung pada perawatan jangka panjang. Kami ingin ini menjadi gerakan yang memberi dampak nyata,” ujarnya.

Sejumlah warga juga menyambut baik program tersebut. Damas Putra Pamungkas, warga Desa Sinar Banten, Kecamatan Bekri, Lampung Tengah, menilai penanaman pohon di bantaran sungai membantu mengurangi erosi sekaligus memperbaiki kualitas air. Tanaman buah yang ditanam bersama warga, menurut dia, memberi nilai ekonomi jangka panjang tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan.

Perkuat Implementasi ESG
Selain sebagai upaya rehabilitasi lingkungan, program ini menjadi bagian dari penguatan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di PalmCo. Perusahaan menargetkan seluruh proses bisnis selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk pengelolaan lanskap yang adaptif terhadap risiko bencana.

Dengan meningkatnya frekuensi banjir dan longsor di sejumlah provinsi, terutama di Sumatera, langkah penanaman pohon menjadi salah satu strategi mitigasi yang terus didorong. Bagi PalmCo, keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi arah jangka panjang industri perkebunan untuk menjaga stabilitas ekosistem dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. (*)

Berita Terkait

WFH ASN dan Efisiensi Anggaran, Strategi Pemerintah Hadapi Tekanan Geopolitik Global
Audiensi Kementerian Ekraf-Folago Bahas Peluang Monetisasi Kreator
PHM Resmikan Operasional Platform WPN-7 di WK Mahakam, Produksi Gas Capai 20 MMSCFD
Prof. Abdul Latif: Pendidikan dan Etika Jadi Fondasi Transformasi Profesi Advokat
WFH bagi ASN DKI Masih Cari Hari yang Efektif, Pastinya Bukan Rabu
Bawa Ekonomi Kreatif Indonesia ke Dunia, Menteri Ekraf: Irlandia Mitra yang Tepat
Kisah Polisi Jujur di Meja Tanpa Laci, Angkat Pesan Anti-Korupsi
Gubernur Banten Andra Soni Dorong Peran Diaspora Jadi Mitra Strategis Pembangunan Banten

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 15:26 WIB

WFH ASN dan Efisiensi Anggaran, Strategi Pemerintah Hadapi Tekanan Geopolitik Global

Rabu, 1 April 2026 - 12:08 WIB

Audiensi Kementerian Ekraf-Folago Bahas Peluang Monetisasi Kreator

Rabu, 1 April 2026 - 08:07 WIB

PHM Resmikan Operasional Platform WPN-7 di WK Mahakam, Produksi Gas Capai 20 MMSCFD

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:37 WIB

Prof. Abdul Latif: Pendidikan dan Etika Jadi Fondasi Transformasi Profesi Advokat

Senin, 30 Maret 2026 - 15:09 WIB

WFH bagi ASN DKI Masih Cari Hari yang Efektif, Pastinya Bukan Rabu

Berita Terbaru